Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Buntut Polemik Penyebab Kematian Warga Sibetan, Pihak Keluarga Bersikukuh Mendiang Tidak Mengidap Tumor

Zulfika Rahman • Sabtu, 6 Juli 2024 | 01:25 WIB
ilustrasi jenazah-JawaPos.com
ilustrasi jenazah-JawaPos.com

 

AMLAPURA, Radar Bali.id- Pihak keluarga salah seorang warga Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem yang dinyatakan meninggal akibat tumor pada otak membantah keras pernyataan Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Karangasem. 

Melalui Kepala Wilayah Banjar Dinas Kreteg, I Kadek Budiarta mengatakan, tidak ada tumor otak pada kerabat korban yang meninggal. Bahkan pihak keluarga sudah sempat melakukan CT scan.

"Sampai tiga kali pengakuan keluarga melakukan CT scan. Hasilnya bersih. Itu keterangan dari anak almarhum," kata Budiarta dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2024).

Budiarta menambahkan, dari pihak Rumah Sakit tempatnya dirawat juga tidak pernah menyatakan keterangan adanya tumor pada otak warganya yang meninggal tersebut.

"Saya langsung dapat keterangan dari anaknya sendiri," imbuhnya.

Pihaknya ingin meminta agar Dinas Kesehatan memberikan surat pernyataan bahwa warganya tersebut positif meningitis. Surat tersebut rencananya akan dijadikan dasar untuk sosialisasi pihak desa kepada warga sebagai langkah pencegahan.

 "Agar kasus serupa tidak terjadi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa keterangan tersebut ia dapatkan dari rumah sakit yang menangani.

"Kami memberikan pernyataan berbasis laporan. Laporannya begitu (karena tumor), kami sesuaikan," katanya. 

Putra Pertama juga menyarankan agar konfirmasi langsung ke rumah sakit tempat mendiang menjalani perawatan. "Karena dari laporan pihak rumah sakit  seperti itu. Itu sebagai dasar laporan," ucap Putra Pertama.

Disinggung soal surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa positif meningitis, pejabat asal Sidemen ini menegaskan, penyataan itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap beberapa warga yang terdampak meningitis.

"Soal mau sosialisasi bagus itu. Tidak perlu dengan surat pernyataan. Kalau hasil rekam medis itu kan bersifat rahasia. Hanya pasien dan keluarga yang tahu," sebutnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#meningitis #kanker otak #kematian pasien