AMLAPURA, Radar Bali.id- Kelangkaan siswa Sekolah Dasar (SD) terjadi di sejumlah sekolah di Bali.
Seperti di SDN 10 Karangasem dua tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru. Praktis, sekolah yang beralamat di Banjar Belong, Karangasem itu tidak memiliki jenjang kelas 1 dan kelas 2.
Kepala Sekolah SD Negeri 10 Karangasem, Desak Putu Arianti pada Selasa (16/7/2024) kemarin memembenarkan ondisi tersebut.
Kata dia, saat ajaran baru, sekolah yang dipimpinnya itu tidak melaksanakan MPLS karena tidak mendapat satu pun siswa baru.
"Sebenarnya ada satu yang mendaftar, tetapi karena hanya satu orang saja, sehingga hari ini orang tuanya menyatakan untuk memindahkan ke SD lain,” kata Desak Putu Arianti.
Dia menambahkan. kondisi serupa juga terjadi pada tahun ajaran sebelumnya. Dimana SD Negeri 10 juga tidak mendapatkan siswa baru. Dengan situasi ini, membuat SD Negeri 10 terjadi kekosongan siswa untuk kelas I dan kelas II.
Saat ini, total jumlah siswa secara keseluruhan di sekolah tersebut hanya berjumlah 34 orang dari kelas III hingga kelas VI.
Minimnya jumlah anak usia sekolah yang mendaftar, menurut Desak, karena ada beberapa faktor. Selain karena memang zonasi sekolah hanya didukung oleh 1 banjar juga disinyalir karena jarak antar sekolah lain juga cukup berdekatan.
Selain itu, tidak sedikit juga anak-anak sekolah yang ikut dan bersekolah ditempat orang tua mereka bekerja di luar karangasem.
Namun terlepas dari faktor tersebut, memang ada informasi yang mengatakan beberapa orang tua memilih menyekolahkan anaknya di SD lain karena ektrakulikulernya lebih lengkap. Sementara di SD Negeri 10 hanya ada satu ekstra yaitu ekstra pramuka saja. [*]
Editor : Hari Puspita