Bahkan hampir setiap hari. Selama dua bulan terakhir, tercatat 106,8 hektare lahan yang terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa mengatakan, kebakaran lahan tersebut terjadi sejak sejak bulan Juli hingga Agustus dan semakin meningkat intensitasnya dalam dua minggu terakhir.
”Hampir setiap hari ada laporan kebakaran lahan di Kubu,” ujarnya Minggu (1/9/2024).
Lahan yang terbakar bukan hanya ilalang tapi ada juga lahan produktif yang berisi pohon mangga, jambu mente dan yang lainnya. ”Dalam dua bulan, ada 38 kali laporan kebakaran lahan. Dari jumlah kejadian itu, sebanyak 106,8 hektar lahan terbakar,” ungkapnya.
Meski kebakaran lahan hampir setiap hari terjadi, Budiyasa mengaku, para personel di Damkartan Karangasem melakukan tugas pemadaman dengan berlangsung lancar.
Meski diakui, jarak dari Pos Damkar Karangasem menuju Kecamatan Kubu cukup jauh antara 32 sampai 50 kilometer.
”Makanya waktu tiba personel di lokasi kejadian selalu terhambat. Karena lokasi jauh, kadang laporan masuk telat. Belum jalanan menuju Kubu yang berkelok dan juga kerap dihadapkan dengan kemacetan dan rintangan lain,” bebernya.
Namun di luar dari jarak, terkait dengan penanganan kebakaran lahan di lapangan dan yang lainnya, pihaknya mengaku tidak menemui kendala. Karena seluruh personel Damkar sudah punya kemampuan yang kompeten terkait hal tersebut.
Ditengah kemarau ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Terutama untuk wilayah Kubu yang selalu menjadi langganan kebakaran. ”Begitu ada kebakaran agar cepat dilaporkan, sehingga bisa mencegah sebaran api semakin meluas,” tandas Budiyasa. [*]