Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Usai Kejadian Pamedek Meninggaldi Pura Lempuyang, Desa Adat Purwayu Akan Gelar Upacara Khusus

Zulfika Rahman • Selasa, 3 September 2024 | 23:20 WIB
DIUPACARAI : Pamedek yang meninggal di Pura Luhur Lempuyang, Karangasem. (Istimewa)
DIUPACARAI : Pamedek yang meninggal di Pura Luhur Lempuyang, Karangasem. (Istimewa)

 

AMLAPURA, Radar Bali.id- Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang, akan melaksanakan upacara pengerebuan atau pembersihan pasca ada meninggalnya salah seorang pamedek pada Minggu (1/9/2024) lalu di Pura Luhur Lempuyang. 

Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati mengatakan, sesuai dengan peraturan yang sudah ada, saat ada seseorang yang meninggal di Pura Lempuyang.

 Pihak Desa Adat wajib melakukan upacara pembersihan. Mengingat usai kejadian itu wilayah tersebut dianggap kotor. Sehingga perlu diupacarai agar bisa kembali suci secara niskala.

 ”Kami dari pihak Desa Adat bersama dengan Pemangku yang ada di Pura Lempuyang akan melakukan pertemuan untuk membahas terkait rencana upacara pembersihannya,” kata Jati, Senin (2/9/2024).

 Baca Juga: Dumogi Amor ring Acintya, Pamedek Meninggal di Pura Lempuyang, Karangasem, Ini Penyebabnya

Pihaknya berharap, rapat terkait hal tersebut bisa secepatnya dilakukan. ”Secepatnya akan dilakukan rapar dengan semua pihak. Kami masih menunggu pemangku pemucuk yang saat ini sedang ada urusan di Buleleng,” tuturnya.

Karena belum melakukan rapat terkait hal tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan jenis upacara pembersihan apa yang akan dilaksanakan. Apakah yang utama, menengah atau biasa. ”Untuk jenis banten apa saja yang digunakan kami juga belum bisa mengatakan,” ucapnya. 

Jati menambahkan, untuk semua biaya terkait upacara pembersihannya ditanggung oleh Desa Adat Purwayu. ”Tapi, kalau dari pihak keluarga korban mau menyumbangkan kami persilahkan,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku, terkait dengan kejadian pemedek yang meninggal kemarin, pihak pecalang sudah dengan sigap untuk memberikan pertolongan kepada korban dengan melakukan evakuasi menuju ke parkiran.

Karena hal tersebut sudah ditekankan kepada para pecalang dari sebelumnya, ketika ada kejadian agar selalu bergerak cepat melakukan pertolongan tanpa menunggu perintah. 

Diberitakan sebelumnya, salah seorang pemedek asal Buleleng bernama I Ketut Sudiasa, meninggal dunia saat melangsungkan upacara meajar-ajar di Pura Lempuyang. Sempat diberikan pertolongan namun nyawanya tak terselamatkan. [*]

Editor : Hari Puspita
#upacara #pura lempuyang #karangasem