Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perkebunan Lontar dan Mangga di Kubu, Karangasem, Dilalap Api

Zulfika Rahman • Senin, 16 September 2024 | 20:55 WIB
KEBAKARAN TERUS TERJADI : Petugas Damkartan Karangasem saat melakukan pemadaman api di Desa Sukadana yang melahap hektaran lahan. (foto: istimewa)
KEBAKARAN TERUS TERJADI : Petugas Damkartan Karangasem saat melakukan pemadaman api di Desa Sukadana yang melahap hektaran lahan. (foto: istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Kebakaran lahan di wilayah Kubu dalam sehari bisa terjadi di tiga tempat. Kondisi ini membuat petugas Damkar Karangasem kewalahan. Bahkan, untuk mengantisipasi kebakaran susulan, armada dan petugas Damkar harus selalu bersiaga di wilayah Kubu untuk mempercepat penanganan.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Agus Budiyasa mengatakan, dalam sehari pada Sabtu (14/9/2024) lalu, pihaknya menerima tiga laporan sekaligus kebakaran lahan di wilayah Kubu. ”Satu di Desa Ban, Dua lagi di Desa Sukadana,” kata Budiyasa dikonfirmasi Minggu (15/9/2024).


Di Desa Sukadana, ada puluhan hektar lahan yang terbakar. Lima belas hektar di antaranya merupakan perkebunan produktif yang ditanami pohon mangga dan lontar.

Sementara di tempat berbeda yang juga masih dalam wilayah Desa Sukadana, ada 50 hektare lahan kosong yang terbakar.

”Kami lakukan pemadaman secara bertahap. Hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Namun ini karena cuaca memang cukup panas,” jelasnya.


Pihaknya pun terus berusaha menyiagakan armada dan personel untuk sigap apabila terjadi kebakaran di wilayah tersebut. Bahkan, armada Damkar pun disiagakan di wilayah Kubu untuk mempercepat penanganan. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat di tengah cuaca kemarau saat ini untuk mengurangi aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. ”Seperti membakar sampah. Karena angin juga cukup kencang,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#Damkartan #karangasem #kebakaran