AMLAPURA, Radar Bali.id- BPBD Karangasem bersama RPH terus melakukan pemantauan secara intensif terkait perkembangan kebakaran hutan di sisi barat lereng Gunung Agung.
Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (16/10/2024) kemarin, dari sebelummya 6 titik api, hari ini masih tersisa 3 titik asap tipis dilokasi kebakaran hutan.
”Pemantauan pagi ini masih ada 3 titik asap tipis, menjelang sore hari pengamatan tidak bisa dilakukan karena tertutup awan,” ujarnya.
Pihaknya berharap seluruh titik api sudah padam dengan adanya awan sehingga mempengaruhi suhu disekitar lokasi kebakaran. ”Sejauh ini luas hutan yang terbakar sudah mencapai 120 hektare,” terang Arimbawa.
Dari hasil koordinasi ke BPBD Provinsi Bali, ada beberapa skema yang telah disiapkan apabila titik api kembali membesar dsn meluas.
”Kalau darurat maka kemungkinan akan dilakukan rekayasa cuaca dengan hujan buatan, hanya saja untuk melakukannya diperlukan awan hujan diatas titik hutan yang terbakar. Semoga segera padam,” ungkapnya.
Baca Juga: Pertamina Tanam 200 Pohon di Kaki Gunung Agung, Hijaukan Kembali Desa Besakih
Disinggung pemadaman menggunakan helikopter, Arimbawa menyebut cukup berisiko. ”Dari hasil koordinasi, ternyata penggunaan heli untuk pemadaman sangat beresiko karena kondisi medan dan cuaca bisa menyebabkan turbulensi, jadi kami siapkan skema hujan buatan itu,” tandasnya. [*]