Sempat Dikira Sudah Padam, Ternyata Kawasan Hutan Lindung Gunung Agung Terbakar

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 31 Oktober 2024 | 19:50 WIB
API BELUM SEPENUHNYA PADAM : Kondisi lereng Gunung Agung yang terbakar masih memunculkan kepulan asal serta terlihat beberapa titik api. (foto: zulfika rahman/radar bali)
API BELUM SEPENUHNYA PADAM : Kondisi lereng Gunung Agung yang terbakar masih memunculkan kepulan asal serta terlihat beberapa titik api. (foto: zulfika rahman/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Masyarakat Karangasem dibuat heboh dengan kebakaran kawasan hutan lindung lereng Gunung Agung yang terjadi pada Selasa malam (29/10/2024). Dari video yang beredar, kobaran api cukup besar dan memanjang. Kebakaran lereng Gunung Agung ini terjadi selama dua kali dalam bulan ini.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Nyoman Soko Wijaya saat ditemui dalam agenda pemantauan mengatakan, titik api terpantau membakar pepohonan di hutan lindung yang berada di Kecamatan Abang.

Hingga akhirnya, bersama BPBD Provinsi, TNI, Kepolisian, RPH Abang dan camat melakukan pemantauan di Desa Datah.

 ”Kami melakukan asesmen untuk memantau titik api di lokasi yang terbakar,” ujarnya ditemui di lokasi pemantauan pada Rabu (30/10/2024).

Pantauan di lokasi, kepulan asap masih terus bermunculan. Bahkan, sesakali terlihat titik api yang menyala. Terlebih saat itu kondisi angin cukup kencang sehingga berpotensi membuat kebakaran lahan semakin meluas. ”Kami melakukan pemantauan dari jarak 6 km dengan ketinggian 900 MDPL,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan, lereng yang terbakar berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan 2.300 MDPL yakni hampir mendekati puncak Gunung Agung. Api membakar hampir semua pepohonan kering.

 ”Dugaan sementara karena alam. Gesekan dahan yang mengakibatkan percikan api,” bebernya.

Hitungan sementara luas lahan yang terbakar mencapai 75 hektare. Namun kebakaran diprediksi bisa meluas mengingat hembusan angin cukup kencang.

 ”Arah angin ke atas. Kemungkinan bisa saja meluas. Tapi kami berharap nanti malam (kemarin) turun hujan,” imbuh Soko. 

Disinggung penanganan, pihaknya belum bisa menentukan mengingat kondisi medan yang cukup sulit. Rencananya pada Kamis (hari ini), bersama beberapa intansi terkait, BPBD akan menggelar rapat untuk penanganan kebakaran. 

Sementara untuk penanganan, Kalaksa BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan telah mengusulkan dua skema penananganan. BPBD Karangasem melalui BPBD Provinsi Bali mengusulkan agar pemadaman menggunakan helikopter dan modifikasi cuaca. ”Tentu harus dikaji lagi apakah memungkinkan,” kata Arimbawa. [*]


Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kebakaran hutan gunung agung karangasem hutan lindung