AMLAPURA, Radar Bali.id- Kebakaran yang terjadi di hutan lereng Gunung Agung yang ada di Kecamatan Abang terus meluas. Dari yang sebelumnya 75 hektare kini meluas hingga 104 hektar. Bahkan berpotensi lebih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan dari hasil pemantauan yang dilakukan pihak BPBD dan juga intansi terkait hanya terlihat satu titik api. ”Kami melakukan pengamatan dari pagi sampai sore, kami menemukan masih ada satu titik api,” kata Arimbawa dikonfirmasi Kamis (31/10/2024).
Dia mengungkapkan, jumlah titik api yang ditemukan tersebut sudah jauh berkurang dari hari sebelumnya. Matinya beberapa titik api lantaran pada Rabu malam Karangasem turun hujan. ”Jadi sedikit membantu dalam proses pemadaman secara alami,” ucapnya.
Meski hanya tersisa satu titik api di lereng Gunung Agung saat ini. Pihaknya bersama instansi terkait lainnya masih melakukan rapat koordinasi terkait langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan jika seandainya api kembali membesar.
Salah satu rencana upaya pemadaman yang akan dilakukan untuk ke depannya yakni dengan berkoordinasi dengan BNPB untuk melakukan asesmen ke lokasi. ”Apakah bisa melakukan pemadaman menggunakan water booming dengan menggunakan helikopter atau lainnya,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hutan di lereng Gunung Agung, kembali terbakar sejak Selasa (29/10) malam lalu. Kejadian tersebut sempat terekam masyarakat dan terlihat api berkobar cukup besar melahap pepohonan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Nyoman Soko Wijaya mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran akibat faktor alam. ”Karena gesekan dahan pohon,” tutur Soko ditemui saat melakukan pemantau sehari setelah kebakaran terjadi. [*]
Editor : Hari Puspita