Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Karangasem Puluhan Lom-Loman Disita Polisi, Ini Penyebabnya

Zulfika Rahman • Senin, 18 November 2024 | 02:24 WIB
DIINGATKAN : Polisi saat melakukan pembinaan terkait bahaya penggunaan meriam spiritus atau lom-loman yang mengganggu ketertiban masyarakat. (istimewa)
DIINGATKAN : Polisi saat melakukan pembinaan terkait bahaya penggunaan meriam spiritus atau lom-loman yang mengganggu ketertiban masyarakat. (istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Aparat Polsek Bebandem melakukan razia mainan meriam spiritus (lom-loman) di wilayah Kecamatan Bebandem pada Sabtu malam (16/11/2024).

Dalam razia yang berlangsung di Desa Bungaya Kangin itu, polisi berhasil menyita puluhan lom-loman yang dianggap mengganggu ketertiban warga.

Kanit Binmas Ipda I Wayan Madia bersama Bhabinkamtibmas Desa Bungaya Kangin dan petugas piket Polsek Bebandem melakukan penyitaan puluhan lom-loman yang didapat dari beberapa anak-anak.

”Kami menyampaikan bahaya penggunaan meriam spritus yang dapat mengganggu warga sekitar,” kata Ipda Madia dikonfirmasi Minggu (17/11/2024).

Dalam kegiatan tersebut, polisi juga melakukan pembinaan terhadap beberapa anak-anak tentang bahayanya penggunaan lom-loman tersebut. ”Kami juga meminta orang tua untuk mengawasi putra-putri mereka agar tidak lagi membuat meriam spritus. Karena membahayakan,” jelasnya.

Meriam yang terbuat dari kaleng susu ini dibuat dengan menggunakan lem G dan dilengkapi pemantik dari korek api sebagai pemicu ledakan.

Para pembuat yang mayoritas anak-anak tersebut mengaku belajar dari tutorial YouTube dengan biaya pembuatan sekitar Rp 30.000 per unit.

”Mereka menyebut pembuatan meriam ini sebagai bentuk euforia menyambut tahun baru,” bebernya.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 25 unit meriam spritus yang selanjutnya akan dimusnahkan di Mapolsek Bebandem.

Mengingat para pengguna adalah anak-anak, pendekatan dilakukan secara humanis dengan memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan meriam tersebut.

”Penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan penggunaan meriam spritus demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” imbuhnya.

Para orang tua yang hadir dalam pembinaan menyampaikan terima kasih atas kesigapan Polsek Bebandem dalam menertibkan penggunaan meriam spritus, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#razia #mainan anak-anak #karangasem