AMLAPURA, Radar Bali.id- Sejak memasuki musim hujan, permintaan evakuasi ular yang masuk ke pekarangan warga di Karangasem meningkat.
Terhitung sejak 1 hingga 30 Januari saja, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Karangasem menerima belasan laporan permintaan evakuasi ular oleh warga. ”Kalau sejak memasuki musim hujan sebelum pergantian tahun, mungkin ada puluhan,” kata Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Karangasem I Made Agus Budiyasa dikonfirmasi Kamis (30/1/2025).
Sejak memasuki awal hingga akhir Januari saja tercatat 11 laporan permintaan evakuasi ular yang masuk ke pekarangan warga. ”Cukup banyak. Setiap musim hujan selalu banyak permintaan evakuasi ular,” ujarnya.
Baca Juga: Sering Memangsa Ternak Unggas, Damkartan Tangkap Ular Piton yang Meresahkan Warga Abang, Karangasem
Sebagian besar ular berjenis piton dengan beragam ukuran. Diakuinya, banyaknya ular yang keluar dari sarang dan masuk ke pekarangan warga lantaran musim hujan. Sementara ular sendiri tidak tahan dengan tempat yang lembap. ”Jadi ketika musim hujan, ular ini mencari tempat hangat. Bisa di kandang ayam, bisa masuk ke rumah warga atau bangunan lain,” bebernya.
Beberapa rumah warga yang dimasuki oleh ular tersebut kebanyakan lokasinya dekat dengan kebun atau rawa-rawa. ”Sekalian mencari mangsa, biasanya ternak seperti ayam dan lainnya,” terang Budiyasa.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dekat kebun dan semak belukar agar selalu waspada saat musim hujan. ”Rutin melakukan pembersihan barang-barang yang mungkin bisa dijadikan sarang,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita