AMLAPURA, Radar Bali.id- Kejadian ular masuk ke pekarangan warga sejak musim hujan berlangsung sering kali terjadi.
Bahkan dalam seminggu, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, menerima empat sampai lima laporan permintaan evakuasi ular yang masuk ke rumah warga.
Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Made Agus Budiyasa mengatakan, kasus ular masuk rumah mengalami peningkatan.
Kasus terbaru yakni ular masuk ke sangkar burung miliki warga. Kondisi itu terjadi di Banjar Dinas Asak, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem.
”Ular memangsa dua ekor burung jenis murai,” katanya saat dikonfirmasi Senin (3/2/2025).
Sehari sebelumnya, kata Budiyasa, ular jenis piton masuk ke pekarangan masyarakat di Desa Labasari, Kecamatan Abang. ”Kasus ular masuk pekarangan ini membuat masyarakat resah, karena takut,” ucapnya.
Pejabat asal Kecamatan Manggis ini menambahkan, kasus ular masuk ke rumah sejak awal Januari hingga 3 Februari tercatat 21 kasus.
Banyaknya kasus ular masuk ke rumah serta pekarangan warga di Kabupaten Karangasem kemungkinan karena musim hujan. Ular yang ada di sarangnya mencari tempat hangat.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat menutup jendela dan pintu saat musim hujan, dengan harapan ular dan hewan reptil lainnya tidak masuk ke dalam rumah. [*]
Editor : Hari Puspita