AMLAPURA, Radar Bali.id - Tiga dari sembilan korban tertimpa pohon aren yang tumbang di arena sabung ayam yang ada di Banjar Dinas Desa, Desa Bungaya, Kecamatan Behandem, masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Ketiga korban tersebut masing-masing dirawat di dua RS berbeda yakni satu orang di RSUD Karangasem dan dua orang di RS Balimed Karangasem.
Untuk satu pasien di RSUD Karangasem akan menjalani operasi karena mengalami patah tulang. Sedangkan dua pasien di Balimed satu akan menjalani operasi patah tulang dan satu lainnya masih dalam observasi.
”Kami di Balimed menerima 6 pasien korban pohon tumbang di Bungaya, ada yang rawat jalan, ada yang menjalani operasi patah tulang,” kata Bagian Humas RS Balimed Karangasem, Cristin Carolina, Senin (10/2/2025).
Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Komang Wirya menuturkan, hingga saat ini, di RSUD Karangasem masih merawat satu korban pohon tumbang di Desa Bungaya. Pasien tersebut menjalani operasi karena mengalami patah tulang paha.
”Kemarin kami menerima tiga pasien, dua diantaranya dalam keadaan meninggal dunia dan satu lagi selamat mengalami patah tulang paha dan sudah dioperasi,” tuturnya.
Seperti diketahui, angin kencang disertai hujan yang terjadi pada Minggu (9/2/2025) lalu menimbulkan sejumlah bencana hingga korban jiwa. Salah satunya yang terjadi di Desa Bungaya. Pohon aren berukuran raksasa tumbang di arena sabung ayam (metajen).
Total ada sembilan korban, tiga di antaranya meninggal dunia. Dua dari korban meninggal kini sudah dikubur, sementara satu lagi masih menunggu hari baik. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali