Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Proyek Bernilai Ratusan Miliar, Mangkrak, Pelabuhan Tanah Ampo akan Ditata Ulang, Ini Hasil Pembahasannya

Zulfika Rahman • Senin, 17 Maret 2025 | 13:20 WIB
MANGKRAK : Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem. (dok.radar bali)
MANGKRAK : Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem. (dok.radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id– Tak maksimal pemanfatannya, kondisi Pelabuhan Tanah Ampo hingga saat ini keberadaannya mangkrak. Proyek dengan nilai ratusan miliar ini pun sia-sia. 

Menyikapi persoalan itu, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa, tergerak untuk menata ulang kembali pelabuhan Tanah Ampo tersebut.

Wacana ini mengemuka dalam rapat pembahasan perjanjian pinjam pelabuhan antara Pemkab Karangasem dan Kementerian Perhubungan (KSOP Padangbai), belum lama ini. 

Rapat yang digelar di ruang rapat rumah jabatan Bupati, itu, dipimpin langsung Wakil Bupati  Pandu Prapanca Lagosa, melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Irda Kabupaten Karangasem dan OPD terkait lainnya.

Hasil rapat disepakati bahwa strategi rancang pengoprasian Pelabuhan Tanah Ampo segera disusun, agar pada Januari 2026 nanti pelabuhan dapat mulai ditata ulang sehingga dapat dioperasikan.

Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025), membenarkan rencana tersebut. Dia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat optimalisasi Pelabuhan Tanah Ampo, sehingga peruntukannya bisa semakin jelas.

”Pelabuhan Tanah Ampo ibarat wanita cantik, aset berharga milik pemerintah ini harus kami manfaatkan dengan maksimal,” kata Pandu. 


Dia berharap, OPD terkait harus bahu-membahu dalam menyusun strategi rancangan, sehingga  2026 nanti penataan ulang dermaga Tanah Ampo sudah bisa dimulai.

”Rapat kemarin baru tahap awal untuk belanja masalah yang terjadi di Pelabuhan Tanah Ampo. Ini juga bagian dari agenda 100 hari kerja kami,” tuturnya.


Sebagai langkah konkret, dalam rapat lanjutan nanti, puhaknya akan lebih fokus pada strategi teknis dan skema kerja sama yang akan diterapkan dengan para pihak. Seperti Kementerian Perhubungan, Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem.

”Salah satu alternatif yang tengah dipertimbangkan  dalam pengoprasian pelabuhan nanti, melalui BUMD. Dengan sinergi yang kuat semua pihak, kami optimis Pelabuhan Tanah Ampo dapat segera berfungsi optimal, sekaligus akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih besar,” sebutnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#penataan ulang #aset daerah #BPKAD #karangasem #Pelabuhan Tanah Ampo #proyek mangkrak