Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Tulisan Nama Desa Pesaban, Rendang, Karangasem, Dirusak Orang Tak Dikenal

Zulfika Rahman • Rabu, 7 Mei 2025 | 23:40 WIB

DIRUSAK ORANG : Tulisan nama desa Pesaban, Rendang, Karangasem, dirusak oleh orang tak dikenal. (istimewa)
DIRUSAK ORANG : Tulisan nama desa Pesaban, Rendang, Karangasem, dirusak oleh orang tak dikenal. (istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Tulisan nama Desa Pesaban, Kecamatan Rendang dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Perusakan tersebut diduga dilakukan pada Sabtu (3/5/2025) lalu. Akibat kejadian itu, beberapa huruf jenis neon box itu pecah. 


Perbekel Desa Pesaban I Gede Widiasa mengatakan kejadian perusakan ikon nama Desa Pesaban bukan kali ini saja terjadi. ”Dalam kurun waktu tiga bulan, sudah empat kali dirusak orang tidak dikenal,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (6/5/2025).

Dugaan sementara, perusakan tersebut dilakukan dengan cara melempari beberapa huruf hingga pecah. Dari rekaman CCTV yang dipasang di lokasi, terlihat ada dua remaja yang melintas dan langsung melakukan pelemparan. ”Setelah melempar mereka langsung pergi,” tuturnya.

Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena selain merusak ikon nama Desa Pesaban, juga merusak ikon nama desa di wilayah Klungkung perbatasan. ”Kemungkinan pelakunya orang yang sama,” ucap Widiasa.

Atas kejadian tersebut, saat ini pihaknya bersama perangkat desa dan bhabinkamtibmas sedang melakukan penyelidikan dan berkomunikasi dengan beberapa pihak. Hal itu dilakukan dengan harapan pelaku bisa ditemukan. ”Minimal ada itikad baik dari pelaku untuk menjelaskan dan meminta maaf,” tuturnya.

 

Namun jika dalam tiga hari ke depan tidak ada itikad baik dari pelaku, pihaknya akan melaporkan aksi tak terpuji itu ke pihak kepolisian. ”Karena memang sudah sangat meresahkan. Biar tidak terjadi hal serupa,” imbuhnya. 


Widiasa menambahkan, pembuatan ikon nama Desa Pesaban dilakukan pada 2024 lalu dengan nilai anggaran Rp 30 juta, dengan kerusakan akibat pelemparan tersebut kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 10 juta. ”Untuk perbaikan keseluruhan belum bisa kami lakukan karena kendala anggaran. Tapi, kami sudah perbaiki seadanya supaya kerusakan bekas lemparan batu tersebut tidak terlihat mencolok,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#perusakan #tapal batas #fasilitas umum #karangasem #Nama desa