Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sekian Tahun akhirnya TPA Butus Penuh, Ini Tindakan Tiga Kelurahan di Karangasem

Zulfika Rahman • Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:43 WIB
SUDAH PENUH : TPA Butus, Karangasem, ini semakin penuh sekarang. (dok.radar bali)
SUDAH PENUH : TPA Butus, Karangasem, ini semakin penuh sekarang. (dok.radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Pusing karena sampah. Sebanyak 52 kepala lingkungan (Kaling) dari tiga kelurahan yakni Subagan, Padangkerta, dan Karangasem dikumpulkan oleh Wakil Bupati Karangasem  Pandu Prapanca Lagosa pada Kamis (15/5/2025).

Tatap muka yang berlangsung di kantor Pemkab Karangasem itu untuk menyamakan persepsi soal memilah sampah di tingkat rumah tangga.

Guru Pandu menuturkan, tatap muka tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem terkait aturan memilah sampah di tingkat rumah tangga.

”Masing-masing kaling di tiga kelurahan ini kami kumpulkan untuk menyamakan persepsi soal komitmen mendukung pengentasan masalah sampah,” kata Pandu.

Para kaling tersebut diharapkan ikut memantau dan mengingatkan masing-masing warganya untuk memilah sampah di tingkat rumah tangga yakni sampah anorganik dan organik. ”Itu kan ada jadwalnya di selang seling. Nah biar masyarakat disiplin. Melalui kaling ini lah kami harapkan perannya mengingatkan terus masyarakatnya untuk tertib membuang sampah,” tuturnya.

Selama ini, Pemkab Karangasem terus berupaya agar masyarakat disiplin dalam membuang sampah. Rencana ini sebenarnya sudah diterapkan setahun lalu. Namun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sangat rendah.

”Kami coba lagi dengan merangkul seluruh elemen untuk sama-sama terlibat dalam pengentasan masalah sampah. Karena sampah menjadi momok bagi kita semua,” tegasnya.

Terlebih imbuh Pandu, kondisi TPA Butus yang kian hari kian memprihatinkan. Kondisi TPA Butus saat ini sudah overload di tengah kiriman sampah yang mencapai 50 ton per hari. ”Bahkan sudah di-warning oleh kementerian lingkungan hidup,” imbuhnya.

Dia berharap gerakan ini bisa berhasil. Sehingga persoalan sampah di wilayah perkotaan bisa ditekan. Nantinya, gerakan ini akan dibuat menyeluruh di seluruh Kecamatan di Karangasem. ”Setelah ini berhasil, kami juga akan merangkul desa adat untuk mencantumkan soal sampah di awig-awig. Semua akan kami libatkan,“ ujar Pandu. [*]


Editor : Hari Puspita
#deklarasi #TPA Butus #overload #sampah #karangasem #DLH Karangasem