Sejak Dinas Pemadam Kebakaran ditambah menjadi penyelamatan, tugasnya semakin banyak. Tak hanya menjadi pemadam api, tenaga petugas Damkartan juga menerima permintaan penanganan masalah remeh temeh.
KEJADIAN demi kejadian silih berganti. Ada-ada saja macam peristiwanya. Dari yang serius hingga yang menggelikan.
Seperti peristiwa tahun 2024 lalu misalnya, adab seorang bocah siswa Sekolah Dasar yang mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem di Terminal Karangsokong, Kelurahan Subagan. Firdaus, namanya.
Bocah berperawakan tambun itu nangis tersengal-sengal. Musababnya, sandal berbahan karet miliknya nyangkut tak bisa dilepas.
Ia pun mendatangi kantor Dinas Damkartan. Sembari menangis, kepada petugas meminta bantuan untuk bisa melepas sandal yang tersangkut di betisnya. Tak butuh waktu lama, sandal Firdaus berhasil dilepaskan.
Itu salah satu kasus remeh temeh, yang diadukan masyarakat Karangasem. Masyarakat seakan menandaskan harapan pertolongan dari segala permasalahan yang membelit. Tak hanya soal, sandal nyangkut. Cukup banyak permintaan masyarakat yang terkesan ringan, namun harus memanggil petugas Damkar sebagai solusi.
Terbaru, Kamis lalu. Damakartan menerima telepon dari masyarakat yang meminta bantuan melepas cincin yang susah dilepas dari jari. ”Terus besoknya (Jumat) ada permintaan mengambil kunci tertinggal di dalam bagasi motor,” kata Kadis Damkartan, I Agus Budiyasa dikonfirmasi Minggu (18/5/2025).
Pernah juga, petugas Damkartan menerima laporan pencarian cincin yang masuk ke selokan. ”Ada yang meminta bantuan untuk mengambil cincin di selokan,” ucap Budiyasa.
Agus Budiyasa mengaku, dengan permintaan masyarakat yang melibatkan Damkartan hingga urusan kecil, menurutnya merupakan hal yang positif. Baginya, masyarakat merasakan betul, kinerja petugas Damkartan bisa memberi manfaat kepada masyarakat Karangasem yang membutuhkan.
”Permintaan evakuasi ular, tawon, sampai evakuasi kucing warga yang tidak mau turun dari atap juga melibatkan kami,” kelakarnya.
Setiap laporan yang masuk, hampir sebagian besar petugas Damkartan menindaklanjuti dengan penyelesaian yang humanis. ”Kami juga senang bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya. [*]
Editor : Hari Puspita