Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Warna-Warni Peristiwa Penerimaan PPPK Karangasem: Ada yang Lolos Jelang Pensiun, Ada yang Kejang-kejang Kecapekan

Zulfika Rahman • Kamis, 26 Juni 2025 | 19:45 WIB
TUNJUKKAN SK : I Wayan Tusta saat menunjukkan SK PPPK usai resmi dilantik di Lapangan Tanah Aron, Amlapura. (Foto zulfika Rahman/Radar Bali)
TUNJUKKAN SK : I Wayan Tusta saat menunjukkan SK PPPK usai resmi dilantik di Lapangan Tanah Aron, Amlapura. (Foto zulfika Rahman/Radar Bali)

Beragam ekspresi diperlihatkan para penerima SK PPPK di Karangasem ini. Dari yang sudah mulai uzur sampai yang sakit lantaran kelelahan mengikuti acara.


ADA senyum bahagia mengembang dari ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang resmi mendapat SK. Rabu (25/6/2025), mereka resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Senyum semringah terlihat mengembang dari ribuan PPPK yang dinyatakan lolos. Meski kondisi mendung menyelimuti, tak menyurutkan semangat 2.466 orang untuk menjalani pelantikan. Mereka akan menerima SK. 

Dilantik langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, momen sakral tersebut menjadi sesuatu yang paling ditunggu. 

Dari 2.466 PPPK yang dilantik, ada pegawai yang dalam empat bulan ke depan akan memasuki masa pensiun. I Wayan Tusta, lolos sebagai PPPK diusia senjanya yang menginjak 58 tahun. ”Oktober ini saya pensiun. Empat bulan lagi,” ujarnya saat ditemui di Lapangan Tanah Aron.

Pria asal Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem ini menceritakan pengalamannya sebagai tenaga kontrak di Pemkab Karangasem. Sejak mengabdi pada 2011 silam atau 14 tahun lalu, ia bekerja sebagai tenaga kontrak di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem. ”Dari awal penugasan memang di sana (BPKAD). Sudah 14 tahun. Akhirnya lolos sebagai PPP3 menjelang 4 bulan pensiun,” ucapnya.

Meski tinggal beberapa bulan saja, namun ucapan syukur dilontarkan Tusta. Ia mengaku status PPPK baginya adalah sebuah kebanggaan selama 14 tahun mengabdi untuk Karangasem. ”Tetap bangga. Karena saat pensiun statusnya PPPK. Walaupun tidak dapat uang pensiunan seperti PNS,” kata Tusta.

Di sisa masa pengabdiannya yang tinggal beberapa bulan, Tusta berjanji akan tetap loyal dan bekerja maksimal. ”Itu bentuk pengabdian bagi saya,” imbuhnya. 

 

Bekerja sebagai staf di BPKAD, Tusta mengaku tidak pernah minder dengan beberapa teman sekantornya yang lebih dulu diangkat sebagai PPPK. Meski dengan gaji Rp 2,1 juta per bulan sebagai tenaga kontrak, ia jalani tanpa mengeluh. ”Sekarang mungkin lebih dari itu (gajinya), jadi sangat bersyukur walaupun hanya dapat menikmati empat bulan saja,” ungkapnya.Dengan gaji Rp 2,1 juta selama ini, Tusta mengaku cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya. ”Istri saya juga membantu perekonomian keluarga, kerja di Bumdes Sibetan,” ucap Tusta. 


Dalam momen itu juga, ia mengucapkan rasa terima kasih kepada keluarganya, Bupati dan Wakil Bupati serta teman-teman sejawatnya. (*)

Editor : Hari Puspita
#nasib pegawai #pengangkatan #pppk #karangasem