Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Dampak Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang Ambles (2): Jalur Tabanan Tutup, Sebagian Truk Memutar Lewat Karangasem

Zulfika Rahman • Minggu, 13 Juli 2025 | 13:10 WIB
CARI ALTERNATIF : Sejumlah kendaraan truk berukuran besar dan panjang lalu lalang melintasi jalanan Amlapura, buntut dari penutupan jalur Gilimanuk-Denpasar. (Foto zulfika Rahman)
CARI ALTERNATIF : Sejumlah kendaraan truk berukuran besar dan panjang lalu lalang melintasi jalanan Amlapura, buntut dari penutupan jalur Gilimanuk-Denpasar. (Foto zulfika Rahman)

Penutupan jalur Gilimanuk-Denpasar sejak Senin lalu akibat jalan ambles di wilayah Bajera, Tabanan mengakibatkan sejumlah kendaraan kelimpungan. Khususnya para sopir truk, yang harus cari solusi pengeluaran membengkak.

INI memang bak “makan buah simalakama” sama-sama susah. Antrean panjang terjadi. Tak terhindarkan. Terutama kendaraan logistik jenis truk berukuran panjang. Terkait hal itu, sejumlah kendaraan berukuran besar dan panjang memilih jalur alternatif Singaraja-Karangasem.

Terpantau   di jalanan kota Amlapura dipadati lalu lalang truk berukuran panjang. Truk-truk hingga kendaraan bus datang dari Singaraja.

Salah seorang sopir truk, Aditya asal Semarang mengaku, sejak jalur ditutup, kendaraan truk tronton yang akan menuju Denpasar diarahkan melalui jalur Singaraja-Karangasem. ”Teman saya terjebak sampai seharian nggak bisa jalan,” ucapnya saat ditemui Kamis (10/7/2025).

Meski lebih jauh dari waktu tempuh biasanya, sejumlah sopir memilin melalui jalur Singaraja-Karangasem. ”Selisih waktunya sampai empat  jam,” ucap Aditya. 


Sejumlah sopir kata dia memilih jalur alternatif yang cukup jauh, lantaran memikirkan muatan yang dibawa. ”Kalau menunggu rampung jalannya di Bajera tidak pasti. Sementara muatan harus diantar ke tempat tujuan,” tuturnya. 

Hal yang sama diungkapkan Afriyanto. Sopir asal Kediri dengan tujuan Mengwi itu juga lebih memilih untuk menempuh jalur Singaraja-Karangasem. ”Walaupun jauh, yang penting barang sampai di tempat tujuan. Ini istirahat dulu tidur nanti baru jalan lagi. Harapannya biar cepat diperbaiki,” bebernya.

Seperti diketahui, jalur Gilimanuk-Denpasar ditutup akibat jalur utama di wilayah Bajera, Tabanan amblas. Hingga saat ini, perbaikan masih dilakukan. [*]


Editor : Hari Puspita
#jalan ambles #tabanan #angkutan logistik #karangasem #jalan rusak #alternatif