Penutupan jalur Gilimanuk-Denpasar sejak Senin lalu akibat jalan ambles di wilayah Bajera, Tabanan mengakibatkan sejumlah kendaraan kelimpungan. Khususnya para sopir truk, yang harus cari solusi pengeluaran membengkak.
INI memang bak “makan buah simalakama” sama-sama susah. Antrean panjang terjadi. Tak terhindarkan. Terutama kendaraan logistik jenis truk berukuran panjang. Terkait hal itu, sejumlah kendaraan berukuran besar dan panjang memilih jalur alternatif Singaraja-Karangasem.
Terpantau di jalanan kota Amlapura dipadati lalu lalang truk berukuran panjang. Truk-truk hingga kendaraan bus datang dari Singaraja.
Salah seorang sopir truk, Aditya asal Semarang mengaku, sejak jalur ditutup, kendaraan truk tronton yang akan menuju Denpasar diarahkan melalui jalur Singaraja-Karangasem. ”Teman saya terjebak sampai seharian nggak bisa jalan,” ucapnya saat ditemui Kamis (10/7/2025).
Meski lebih jauh dari waktu tempuh biasanya, sejumlah sopir memilin melalui jalur Singaraja-Karangasem. ”Selisih waktunya sampai empat jam,” ucap Aditya.
Sejumlah sopir kata dia memilih jalur alternatif yang cukup jauh, lantaran memikirkan muatan yang dibawa. ”Kalau menunggu rampung jalannya di Bajera tidak pasti. Sementara muatan harus diantar ke tempat tujuan,” tuturnya.
Hal yang sama diungkapkan Afriyanto. Sopir asal Kediri dengan tujuan Mengwi itu juga lebih memilih untuk menempuh jalur Singaraja-Karangasem. ”Walaupun jauh, yang penting barang sampai di tempat tujuan. Ini istirahat dulu tidur nanti baru jalan lagi. Harapannya biar cepat diperbaiki,” bebernya.
Seperti diketahui, jalur Gilimanuk-Denpasar ditutup akibat jalur utama di wilayah Bajera, Tabanan amblas. Hingga saat ini, perbaikan masih dilakukan. [*]