Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nelayan Karangasem Keluhkan Ikan di Tanah Ampo Paceklik, Penghasilan Terjun Bebas

Zulfika Rahman • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:50 WIB
TERPAKSA LIBUR : Sejumlah nelayan di Tanah Ampo, Manggis memilih libur melaut akibat hasil tangkapan sedikit. (Foto Zulfika Rahman)
TERPAKSA LIBUR : Sejumlah nelayan di Tanah Ampo, Manggis memilih libur melaut akibat hasil tangkapan sedikit. (Foto Zulfika Rahman)

 

AMLAPURA, Radar Bali.id- Sejumlah nelayan di Karangasem kini mengalami paceklik ikan. Hasil tangkapan mereka turun drastis sejak sebulan belakangan. Praktis kondisi sulit ini membuat penghasilan nelayan di Karangasem tak menentu. 

Salah seorang nelayan di Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Komang Ngurah mengaku, kondisi paceklik ikan ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. ”Bukan karena cuaca, tapi karena ikan yang ada di teluk Tanah Ampo sedikit,” ujarnya Rabu (20/8/2025).

Padahal kalo berkaca dari tahun sebelumnya di bulan yang sama, meski kondisi seperti ini, biasanya ada saja tangkapan yang didapat para nelayan. Hal itu membuat nelayan merugi karena tak bisa menutupi biaya operasional. ”Sekarang sedikit sekali,” akunya.

Selain karena ikan yang masuk ke perairan Tanah Ampo sedikit, faktor cuaca buruk juga menjadi penyebab. ”Cuaca juga kurang bersahabat. Beberapa hari lalu, ada kapal tongkang terdampar karena gelombang tinggi,” ungkapnya.

Ia memprediksi, paceklik ikan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Nantinya di bulan September hingga Desember kemungkinan besar hasil tangkapan akan kembali melimpah. "Biasanya sasih (bulan) katiga dan kapat musimnya, sekitar bulan September sampai Desember,” kata Ngurah.

Dia menambahkan, jumlah nelayan di Tanah Ampo sendiri mencapai puluhan orang. Namun itu tersebar menjadi lima kelompok. Masing-masing memiliki anggota belasan hingga puluhan orang. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#tanah ampo #nelayan karangasem #paceklik