KARANGASEM, Radar Bali.id - Jalanan di Karangasem tiba-tiba sunyi dari raungan mesin truk galian C. Dalam sepekan terakhir, truk- truk pengangkut material menghilang dari peredaran.
Diduga ini sebagai imbas dari merebaknya isu sidak (inspeksi mendadak) yang santer terdengar di kalangan pengusaha. Ketakutan akan inspeksi ini membuat banyak operasional galian C memilih tutup atau mengurangi aktivitas.
Data menunjukkan betapa parahnya penurunan ini. Sejak Selasa (19/8/2025), lalu lintas truk yang biasanya mencapai 1.700 hingga 1.800 unit per hari kini anjlok hingga di bawah 500 unit.
Kondisi "mati suri" ini bukan hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga langsung memukul target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB).
Tantangan ini kini berada di pundak I Nyoman Siki Ngurah, Kepala BPKAD Karangasem yang baru dilantik pada Rabu (20/8/2025). Ia harus memutar otak untuk mengejar target pajak MBLB tahun 2025.
Dari target ambisius Rp 104 miliar, hingga menjelang akhir Agustus, capaian realisasi pajak baru menyentuh angka Rp 55,7 miliar (53,62%). Artinya, I Nyoman Siki Ngurah harus mengejar sisa Rp 48,2 miliar sebelum akhir tahun.
Menyikapi hal ini, Siki Ngurah menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi pendapatan yang belum tergarap. "Tugas saya, hal-hal yang belum bisa digali yang merupakan potensi, itu yang akan kami tindak lanjuti tentu dengan arahan pimpinan," ujarnya. Ia menekankan bahwa minimal capaian yang sudah ada harus dipertahankan, dan sebisa mungkin ditingkatkan. [*]
Editor : Hari Puspita