KARANGASEM, Radar Bali.id—Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Karangasem secara resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus campak di tiga wilayah: Kelurahan Karangasem, Kelurahan Subagan, dan Desa Bungaya Kangin.
Keputusan ini diambil setelah ditemukan total 33 kasus campak pada anak usia 0 hingga 10 tahun di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, menjelaskan bahwa kasus terbanyak ditemukan di Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, dengan 25 kasus.
Sementara itu, di Lingkungan Karangsokong, Kelurahan Subagan, tercatat 16 kasus. "Dari 25 kasus di Kecicang Islam, delapan di antaranya positif campak. Sedangkan di Karangsokong, tujuh dari 16 kasus ditemukan positif," ujarnya pada Kamis (28/8/2025).
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, tim surveilans Dinkes Karangasem segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi epidemiologi dan pendataan. "Kami sisir dan ambil langkah penanganan agar campak tidak meluas," tambah Putra Pertama. Sebagai tindakan darurat, tim memberikan imunisasi tambahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak di area terdampak.
Menurut Putra Pertama, campak sebenarnya merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh dalam 5 hingga 7 hari. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah penyebarannya yang sangat cepat melalui droplet dan udara. Gejala campak biasanya diawali dengan demam, batuk, dan munculnya ruam di sekujur tubuh.
Pentingnya Vaksinasi Lengkap
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Dinkes Karangasem terus menggalakkan vaksinasi campak di semua banjar dan sekolah. Saat ini, cakupan vaksinasi campak di Karangasem sudah mencapai 70-80%, melampaui target yang ditetapkan.
Putra Pertama berharap, dengan meningkatnya tingkat kelahiran, semakin banyak orang tua yang sadar akan pentingnya memberikan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Balita Lengkap (IBL) kepada anak-anak mereka. "Jika cakupan ini bisa mencapai 80% saja, akan lebih banyak anak yang terlindungi," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita