Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dapat Laporan Pelayanan Buruk, Bupati Karangasem Ancam Pindahkan Staf Puskesmas Bebandem

Zulfika Rahman • Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Ilustrasi pelayanan medis di puskesmas. Dok. Jawa Pos.com
Ilustrasi pelayanan medis di puskesmas. Dok. Jawa Pos.com

 

AMLAPURA, RadarBali.id– Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), melontarkan peringatan keras kepada Kepala Puskesmas Bebandem terkait dugaan penurunan kualitas pelayanan kepada pasien.

Dalam kunjungan mendadak ke Puskesmas Bebandem, Gus Par secara spesifik menyoroti kekosongan dokter dan banyaknya laporan negatif dari masyarakat.

Kekhawatiran utama Bupati adalah ketiadaan dokter di tempat tugas yang dapat berdampak langsung pada lambannya penanganan pasien. "Jangan sampai kosong, karena kalau dokter kosong, tentu berdampak pada pelayanan," tegas Gus Par.

Di hadapan Kepala Puskesmas Bebandem, dr. I Made Sudarba, Bupati meminta penjelasan mengapa saat pemantauannya, hanya satu dokter yang bertugas. Sudarba menjelaskan bahwa beberapa dokter sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) atau sedang cuti.

Beri Waktu Dua Minggu, Jika Masih Buruk Akan Ada Rolling

Bupati Gus Par menegaskan bahwa ia akan memantau kondisi Puskesmas Bebandem secara intensif dalam dua pekan ke depan. Monitoring ini dilakukan mengingat Puskesmas Bebandem kerap dikeluhkan terkait pelayanannya.

"Banyak laporan yang masuk ke saya. Kami lihat dua minggu ini. Kalau memang masih ada laporan negatif, terpaksa kami rolling (rotasi)," ancam Gus Par, menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki layanan kesehatan publik.

Persoalan Rujukan ke RS Swasta Jadi Sorotan

Selain isu ketersediaan dokter, Gus Par juga menyayangkan kebijakan rujukan pasien yang lebih memilih rumah sakit swasta ketimbang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Menurutnya, hal ini merugikan karena RSUD Karangasem memiliki peralatan yang lebih lengkap dan pelayanan yang terus membaik.

"Biar ada feedback-nya kami membayar BPJS. Jadi harus diutamakan dirujuk ke RSUD dulu," bebernya, menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas kesehatan milik daerah.

Menanggapi hal tersebut, dr. I Made Sudarba memastikan akan segera meningkatkan pelayanan. Terkait rujukan, ia tidak menampik namun beralasan bahwa permintaan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan sering kali diminta langsung oleh pasien.

"Sudah kami sarankan ke sana (RSUD Karangasem). Tapi pasien meminta ke Balimed. Kebanyakan alasannya lebih dekat dari rumah," ungkap Sudarba, meski mengakui pihaknya wajib menyarankan rujukan ke RSUD.

Di akhir kunjungan, Bupati Gus Par juga meninjau progres perbaikan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem.[*]

Editor : Hari Puspita
#kesehatan masyarakat #bupati karangasem #puskesmas #pelayanan masyarakat #karangasem