Setelah sekian lama, akhirnya warga Banjar Dinas Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis akhirnya bisa terbebas dari genangan air bekas banjir. Banjir yang menenggelamkan puluhan rumah itu terjadi sejak 8 September 2025. Sebulan lebih belum kering total.
AWALNYA, saat banjir, ketinggian air saat itu, sampai setinggi dada orang dewasa. Warga yang terdampak pun terpaksa mengungsi. Petugas hingga Dinas Kesehatan sampai harus standby berhari-hari mengurusi genangan air yang tak kunjung surut.
Saking lamanya genangan air, warga di Tengading mengalami gatal-gatal. ”Akhirnya setelah sebulan lebih, air di Tengading kering,” kata Kalaksa BPBD Karangasem, Kamis (9/10/2025).
Petugas BPBD Karangasem dan instansi lainnya selama sebulan penuh ini terus berupaya menyedot genangan air. Bahkan sampai menggunakan empat pompa sekaligus.
”Saat ini warga masih membersihkan sisa-sisa endapan lumpur di rumah mereka yang terdampak,” ucapnya.
Arimbawa menambahkan, selain membersihkan sisa endapan lumpur, warga di Tengading juga masih melakukan penyedotan air di lahan pertanian yang masih menyisakan genangan air. ”Mereka memompa pakai mesin secara mandiri. Kalau rumah-rumah warga dan akses jalan semuanya sudah tuntas,” imbuh Arimbawa.
Saat ini dilokasi pihak dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida tengah melakukan pemasangan bronjong di aliran sungai Betel yang sebelumnya jebol akibat terjangan banjir. ”Saat ini proses pemasangan bronjong masih berlangsung menggunakan alat berat,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita