Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berbekal Iuran Rp 1 Jutaan, Terkumpul Dana Setengah Miliar, Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bisa Ngaben dan Kremasi Gratis

Zulfika Rahman • Rabu, 19 November 2025 | 20:10 WIB
Ilustrasi prosesi pengabenan. Dok. Radar Bali
Ilustrasi prosesi pengabenan. Dok. Radar Bali

Ini jurus jitu yang cukup efektif membantu warga yang sedang berduka. Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, punya cara tersendiri  untuk meringankan beban warganya yang mengurus kematian keluarga. Desa adat  di Kecamatan Karangasem, Kabupaten, Karangasem,  ini punya program dana abadi yang kini sudah bisa dinikmati seluruh warga. 

GAGASAN itu sudah dipraktikkan belasan tahun silam. Bendesa Adat I Nengah Suarya mengatakan, program dana abadi tersebut diperuntukkan bagi warga di sana yang sedang berduka.

”Program ini sudah ada sejak 2006. Jadi proses kremasi hingga ngaben digratiskan,” ucapnya ditemui belum lama ini. 

Bagaimana bisa punya dana banyak untuk itu? Ternyata awalnya program tersebut digagas dengan menyepakati setiap kepala keluarga (KK) menyisihkan dana sebesar Rp 1 juta. Ya, Rp 1 jutaan saja tiap rumah.

Selanjutnya, dana yang terkumpul disimpan di LPD Dukuh Penaban sebagai dana abadi. ”Jadi dana itu tidak boleh ditarik dan menjadi bagian dari modal LPD,” bebernya. 

Dari dana awal tersebut kemudiam terkumpul sekitar lebih dari Rp 500 jutaan. Terkumpul dana setengah miliar. Dana ini lantas didepositokan ke LPD.

”Nah, dari deposito itu mendapat bunga. Bunga ini yang dipakai membiayai upacara kremasi atau ngaben bagi krama yang meninggal dunia,” jelas Suarya.

Awalnya, fasilitas yang disediakan hanya berupa kompor kremasi sederhana, namun kini telah berkembang lengkap dengan banten (sarana upakara), sesari untuk pemangku, serta semua kebutuhan pelaksanaan upacara.

”Warga yang berduka hanya perlu melapor ke bendesa adat. Semua prosesi akan ditanggung desa adat,” imbuhnya.

Suarya menambahkan  bahwa  tujuan utama Desa Adat Dukuh Penaban melalui program ini, untuk memproteksi warga adat serta meringankan beban keluarga yang sedang berduka.

”Dengan adanya dana abadi ini, warga tidak perlu lagi bingung mencari biaya atau kesana kemari ketika menghadapi kedukaan. Bahkan jika desa menghadapi situasi mendesak, dana ini juga bisa membantu pelaksanaan upacara adat (aci),” tandasnya. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#ngaben gratis #kremasi #dana abadi #karangasem