AMLAPURA, Radar Bali,id– Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem terus memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Pada Senin (24/11/2025), BNNK Karangasem secara mendadak menggelar tes urine di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem.
Tes urine ini menyasar seluruh jajaran pegawai, mulai dari Kepala Badan, pejabat struktural, hingga pegawai biasa yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, memastikan bahwa langkah deteksi dini secara mendadak ini bertujuan memaksimalkan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pegawai yang dinilai cukup rawan.
"Total ada 34 pegawai yang dites urine," kata Alvin Andrew Dias. "Syukur semua negatif hasilnya," tambahnya, mengungkapkan lega karena tidak ada satu pun yang terdeteksi positif menggunakan narkoba.
Alvin menambahkan bahwa tes urine serupa juga telah dilakukan terhadap 14 pegawai di Kelurahan Subagan, dan hasilnya juga negatif. Pihak BNNK berkomitmen akan terus gencar melakukan deteksi dini di berbagai instansi pemerintahan hingga tingkat banjar untuk menekan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Karangasem, Cokorda Alit Surya Prabawa, sangat mengapresiasi inisiatif BNNK. Ia menilai kegiatan ini sangat positif sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan narkoba.
"Total ada 37 pegawai. Tiga orang pegawai berhalangan hadir karena izin sakit, diklat, dan satu lagi sedang menstruasi. Jadi total ada 34 yang dites. Semoga kita semua terhindar dari bahaya narkoba," tutup Prabawa.[*]
Editor : Hari Puspita