AMLAPURA, Radar Bali.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem mencatat tren unik sepanjang tahun 2025. Alih-alih memadamkan api, petugas justru jauh lebih sering dipanggil warga untuk mengevakuasi ular.
Hingga penghujung tahun, tercatat sebanyak 109 aksi evakuasi ular dilakukan, melampaui angka kasus kebakaran yang hanya menyentuh 86 kejadian.
Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Artha Negara, menyebut penurunan kasus kebakaran ini sebagai sinyal positif keberhasilan sosialisasi pencegahan dini di masyarakat.
"Tahun 2024 ada 157 kasus kebakaran, jadi tahun ini turun hampir setengahnya. Namun, untuk permintaan penyelamatan non-kebakaran justru melonjak drastis dari 172 menjadi 295 laporan," jelas Artha Negara, Selasa (30/12/2025).
Meningkatnya laporan evakuasi ular dan sarang tawon ini diduga karena kepercayaan masyarakat terhadap respon cepat tim Damkartan. Mantan Kadis Kominfo ini menegaskan bahwa warga kini tidak ragu lagi melapor jika menemukan hal-hal yang membahayakan nyawa maupun hewan peliharaan di lingkungan rumah mereka.[*]
Editor : Hari Puspita