AMLAPURA, RadarBali.id Penantian panjang warga di wilayah tandus Kecamatan Kubu, Karangasem, akhirnya berakhir manis. Sebagai kado tahun baru 2026, air bersih resmi mengalir ke rumah-rumah warga setelah Pemerintah Kabupaten Karangasem berhasil mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja.
Medan ekstrem dengan jaringan perpipaan sepanjang lebih dari 70 kilometer kini tidak lagi menjadi penghalang. Saat ini, warga di empat dusun, yakni Dusun Sambillaklak, Juntal Kelod, Juntal Kaje, dan Dusun Poh Tebel, sudah bisa menikmati aliran air langsung.
"Selama ini masyarakat hanya mengandalkan air hujan. Bersyukur di akhir tahun ini mimpi melihat air mengalir di rumah sendiri akhirnya terwujud," ujar Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par).
Tak hanya SPAM Telaga Waja, Gus Par juga berhasil menghidupkan kembali sumur bor di Rumah Pintar Muntigunung yang telah rusak selama 15 tahun. Meski sempat terkendala biaya perbaikan yang membengkak hingga Rp300 juta, kolaborasi lintas sektor dan bantuan CSR berhasil menuntaskan masalah tersebut.
Target 2026: Tarik Air dari Kintamani Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Karangasem telah menyiapkan strategi besar pada tahun 2026. Selain mengalokasikan dana APBD Rp1 miliar per desa untuk air bersih, pemerintah akan memanfaatkan sumber air dari danau di wilayah Kintamani, Bangli.
"Kami didukung CSR Bank BPD Bali untuk menarik air dari Kintamani. Skemanya menggunakan sistem gravitasi sehingga lebih efisien tanpa biaya listrik pompa yang tinggi," jelas Gus Par.
Bupati berpesan agar masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. "Mohon dijaga bersama, awasi jika ada kebocoran atau penyambungan ilegal agar operasional tetap lancar," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita