Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah Remaja Asal Karangasem yang Menghilang Dua Bulan dan Balik Pulang: Kini Perlu Pemulihan Fisik dan Mental

Zulfika Rahman • Selasa, 27 Januari 2026 | 13:06 WIB
ilustrasi remaja yang menghilang dua bulan (ilustrasi digital gemini/radar bali)
ilustrasi remaja yang menghilang dua bulan (ilustrasi digital gemini/radar bali)

Ini cerita tentang seorang remaja yang selama sekitar 60 hari terakhir menghilang dari rumah. Di luar dugaan akhirnya pulang, namun dalam keadaan lelah jiwa dan raga. Pihak keluarga tetap menjaga perasaan, belum berani bertanya bagaimana liku-liku drama perjalanan hidupnya.

SELAMA dua kali purnama rumah keluarga NKIUS,18, di Banjar Dinas Pegubugan, Desa Manggis, diselimuti kesunyian yang mencekam.

Kursi di ruang tamu terasa lebih dingin, dan harapan seolah kian menipis seiring jarum jam yang terus berdetak tanpa kabar. Namun, teka-teki panjang itu akhirnya menemui titik terang pada Minggu (25/1/2026) sore.

Tanpa suara mesin kendaraan yang menderu, tanpa firasat yang menyambar, siswi kelas XI SMK itu tiba-tiba muncul di depan pintu rumah kos kakaknya di kawasan Denpasar.

 Kepulangannya sama misteriusnya dengan kepergiannya pada awal Desember 2025 lalu.

"Ia datang sendiri ke kos kakaknya pada Minggu sore dalam kondisi fisik yang baik," ungkap Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana, saat dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026).

Kehadiran NKIUS seperti mimpi yang menjadi nyata bagi pihak keluarga yang segera menjemputnya kembali ke dekapan hangat rumah mereka di Karangasem.

Namun, di balik rasa syukur yang membuncah, tersisa satu ruang besar berisi tanda tanya: Ke mana ia selama dua bulan ini?

Hingga saat ini, pihak keluarga memilih untuk menjaga perasaan NKIUS dengan sangat hati-hati. Tak ada interogasi, tak ada desakan jawaban. Ada ketakutan tak kasat mata bahwa pertanyaan yang terlalu tajam justru akan membuat sang putri kembali "terbang" meninggalkan sarang.

"Pihak keluarga belum berani bertanya terlalu jauh terkait kepergiannya. Mungkin takut ia akan kabur lagi. Bahkan kami (kepolisian) pun belum diizinkan untuk memintai keterangan lebih dalam," tambah Kompol Suadnyana.

Kilas balik ke awal Desember lalu, NKIUS pamit seperti biasa mengenakan seragam sekolah. Namun, ia tak pernah sampai ke rumah sore itu. Ponselnya mati, dan teman-teman dekatnya bungkam seribu bahasa—sebuah pelarian yang terencana rapi, ataukah ada sesuatu yang lain?

Rencananya, pada Selasa (27/1/2026) ini, pihak kepolisian akan mendampingi keluarga untuk membawa NKIUS menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas terdekat.

 Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun fisik terlihat baik, kesejahteraan mental dan kesehatannya tetap terjaga pasca-petualangan misteriusnya yang melelahkan.

Untuk sementara, biarlah NKIUS beristirahat. Baginya, jalan pulang mungkin panjang dan berliku, namun pintu rumah di Pegubugan akan selalu terbuka selebar-lebarnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#Masa pemulihan #remaja #orang hilang #karangasem