KARANGASEM, RadarBali.id – Wilayah Kabupaten Karangasem babak belur dihantam cuaca ekstrem sejak awal Januari 2026.
Hujan deras yang disertai angin kencang memicu rentetan bencana alam yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum hingga kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, terhitung sejak 1 hingga 25 Januari 2026, tercatat sebanyak 58 kejadian bencana melanda wilayah tersebut.
Pohon tumbang menjadi ancaman paling dominan dengan 28 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 16 kejadian, serta sisanya berupa banjir dan kerusakan bangunan lainnya.
"Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam rentetan bencana ini. Tercatat hanya tiga orang mengalami luka ringan," ungkap Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Selasa (27/1/2026).
Kecamatan Karangasem menjadi wilayah paling terdampak dengan 14 titik kejadian, diikuti Kecamatan Manggis (11 kejadian), dan Kecamatan Bebandem (9 kejadian). Banyaknya bangunan rumah warga dan fasilitas publik yang hancur membuat angka kerugian melonjak signifikan.
Menyikapi kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BPBD mengimbau warga, terutama yang bermukim di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk ekstra waspada.
"Kami meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk mencari tempat aman sementara waktu jika hujan lebat turun. Lebih baik mengungsi ke rumah kerabat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Arimbawa.[*]
Editor : Hari Puspita