AMLAPURA, Radar Bali.id– Harapan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menuntaskan masalah sampah lewat teknologi insinerasi harus kandas di tengah jalan.
Mesin canggih yang baru setahun beroperasi di Desa Bhuana Giri kini berhenti menderu. Alasannya klasik namun fatal: polusi tinggi dan gagal memenuhi standar emisi KLHK.
Dampaknya, "gunung" sampah residu kembali mengancam. I Nyoman Tari, Kepala DLH Karangasem, mengaku pusing tujuh keliling.
Pasalnya, sampah anorganik masih bisa diserap oleh pemulung setempat, namun sampah residu seperti pampers kini tak punya tempat untuk didaur ulang atau dimusnahkan.
"Sementara sampah residu kami kumpulkan dulu sambil menunggu solusi," jelas mantan Kadis Damkartan tersebut.
Upaya mencari lahan TPA baru di Banjar Tegalanglangan, Desa Datah, pun menemui jalan buntu setelah warga dua kali melayangkan penolakan dalam sosialisasi.
Kini, tumpuan terakhir ada pada rehabilitasi TPA Butus. Jika berhasil dibuka kembali, lahan tersebut diprediksi mampu menampung beban sampah residu Karangasem hingga lima tahun ke depan.[*]
Editor : Hari Puspita