Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

DLH Karangasem Pusing Solusi Darurat Sampah Residu,Ternyata Insinerator Kini Jadi "Besi Tua", Warga Tolak TPA Baru

Zulfika Rahman • Minggu, 8 Februari 2026 | 07:32 WIB
Ilustrasi Solusi sampah residu. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi Solusi sampah residu. (gambar digital gemini/radar bali)

 

AMLAPURA, Radar Bali.id– Harapan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menuntaskan masalah sampah lewat teknologi insinerasi harus kandas di tengah jalan.

Mesin canggih yang baru setahun beroperasi di Desa Bhuana Giri kini berhenti menderu. Alasannya klasik namun fatal: polusi tinggi dan gagal memenuhi standar emisi KLHK.

Dampaknya, "gunung" sampah residu kembali mengancam. I Nyoman Tari, Kepala DLH Karangasem, mengaku pusing tujuh keliling.

Baca Juga: Bupati Klungkung Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Tekankan Optimalisasi PAD - Penanganan Sampah dan Ketahanan Pangan

Pasalnya, sampah anorganik masih bisa diserap oleh  pemulung setempat, namun sampah residu seperti pampers kini tak punya tempat untuk didaur ulang  atau dimusnahkan.

"Sementara sampah residu kami kumpulkan dulu sambil menunggu solusi," jelas mantan Kadis Damkartan tersebut.

Upaya mencari lahan TPA baru di Banjar Tegalanglangan, Desa Datah, pun menemui jalan buntu setelah warga dua kali melayangkan penolakan dalam sosialisasi.

Kini, tumpuan terakhir ada pada rehabilitasi TPA Butus. Jika berhasil dibuka kembali, lahan tersebut diprediksi mampu menampung beban sampah residu Karangasem hingga lima tahun ke depan.[*]

Editor : Hari Puspita
#mesin penghancur sampah #sampah residu #Solusi Sampah #DLH Karangasem #insinerator