KARANGASEM, RadarBali.id – Kabar tak sedap menghantui para petani di Kabupaten Karangasem saat memasuki musim tanam.
Kebijakan pemangkasan tonase pengiriman oleh Pupuk Indonesia memicu potensi kelangkaan pupuk subsidi di tingkat pengecer.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, membenarkan adanya kendala distribusi tersebut.
Menurutnya, kapasitas angkut truk yang semula mencapai 10 ton kini dibatasi hanya menjadi 4,5 ton per kiriman.
Logistik yang Rumit
Masalah kian pelik karena faktor geografis dan rantai distribusi yang panjang:
- Asal Barang: Pupuk dikirim jauh dari Palembang menuju Bali.
- Sentralisasi Gudang: Gudang penyimpanan untuk Karangasem kini disatukan di Klungkung, melayani tiga kabupaten sekaligus (Bangli, Klungkung, Karangasem).
"Kalau tonase dipangkas, seharusnya armada ditambah atau buat gudang di Karangasem agar tidak terlambat sampai ke petani," kritik Suwata Berata.
Ia mengaku khawatir Dinas Pertanian akan menjadi sasaran kemarahan petani jika stok pupuk kosong di saat krusial. Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau para petani untuk melakukan penebusan pupuk secara terencana dan tidak mendadak di tingkat pengecer.[*]
Editor : Hari Puspita