Distribusi Dipangkas, Petani Karangasem Terancam Krisis Pupuk Bersubsidi

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Rabu, 18 Februari 2026 | 08:27 WIB
ilustrasi pupuk subsidi pemerintah. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi pupuk subsidi pemerintah. (gambar digital gemini/radar bali)

KARANGASEM, RadarBali.id – Kabar tak sedap  menghantui para petani di Kabupaten Karangasem saat memasuki musim tanam.

Kebijakan pemangkasan tonase pengiriman oleh Pupuk Indonesia memicu potensi kelangkaan pupuk subsidi di tingkat pengecer.

Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, membenarkan adanya kendala distribusi tersebut.

Menurutnya, kapasitas angkut truk yang semula mencapai 10 ton kini dibatasi hanya menjadi 4,5 ton per kiriman.

Logistik yang Rumit

Masalah kian pelik karena faktor geografis dan rantai distribusi yang panjang:

"Kalau tonase dipangkas, seharusnya armada ditambah atau buat gudang di Karangasem agar tidak terlambat sampai ke petani," kritik Suwata Berata.

Ia mengaku khawatir Dinas Pertanian akan menjadi sasaran kemarahan petani jika stok pupuk kosong di saat krusial. Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau para petani untuk melakukan penebusan pupuk secara terencana dan tidak mendadak di tingkat pengecer.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
petani karangasem pertanian pupuk subsidi harga pupuk