PADANGBAI, RadarBali.id- Arus mudik yang meninggalkan Pulau Bali melalui Pelabuhan Padangbai menuju Lembar, NTB, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada Sabtu (14/3/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, khususnya roda dua, mulai memanjang di kantong parkir pelabuhan.
Peningkatan aktivitas ini kontras dengan kondisi hari-hari sebelumnya yang terpantau landai. Tak hanya pemudik motor, kendaraan pribadi roda empat hingga truk logistik juga tampak mengantre untuk masuk ke dalam kapal.
Baca Juga: Jelang Nyepi dan Lebaran, Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Membeludak hingga Keluar Area
"Sudah sekitar dua jam menunggu. Lumayan ramai hari ini," ujar Fadlan, salah seorang pemudik mobil pribadi yang bersiap menyeberang.
Sementara itu, Mahesa Yuanda, pemudik motor, mengaku sengaja pulang lebih awal karena faktor waktu. "Karena Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, dan pekerjaan juga sudah mulai libur, jadi pilih mudik sekarang," tuturnya.
Status Masih Normal dengan 13 Trip
Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) BPTD Pelabuhan Padangbai, I Ketut Sugiartono, membenarkan adanya lonjakan aktivitas tersebut. Meski demikian, secara operasional status penyeberangan masih dikategorikan normal.
"Kami menerapkan tiga skenario: normal, padat, dan sangat padat. Untuk saat ini masih kategori normal dengan pemberlakuan 13 trip operasional," jelas Sugiartono. Saat ini, sebanyak 20 unit kapal siap melayani penyeberangan, sementara 6 kapal lainnya masih dalam proses docking (perawatan).
Sugiartono optimistis lonjakan ini tidak akan mengganggu arus lalu lintas di jalur utama luar pelabuhan. "Karakteristik di sini berbeda dengan Gilimanuk. Sejauh ini antrean masih bisa teratasi di dalam area parkir pelabuhan," tambahnya.
Puncak Arus Mudik Diprediksi H-5
Di sisi lain, Ketua Gapasdap Pelabuhan Padangbai, I Ketut Purwita, memproyeksikan adanya kenaikan volume penumpang dan kendaraan sebesar 7 persen pada tahun ini.
"Puncak arus mudik kami prediksi jatuh pada tanggal 16 dan 17 Maret atau H-5 Lebaran. Saat puncak nanti, jumlah trip akan ditambah menjadi 17 kali, dan waktu bongkar muat akan dipangkas dari 1,5 jam menjadi hanya 1 jam untuk mempercepat pergerakan," pungkas Purwita.[*]
Editor : Hari Puspita