AMLAPURA, Radar Bali.id – Hidup ribuan warga di lima kecamatan di Karangasem mendadak getir. Di tengah cuaca panas yang menyengat, pasokan air bersih dari Perumda Tirta Tohlangkir justru mampet sejak Senin lalu (30/3/2026) akibat bocornya pipa transmisi UPTD Telaga Waja di Desa Duda Timur.
Kini, warga di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Manggis, Abang, dan Kubu hanya bisa mengandalkan sisa air cadangan di rumah untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Masih Musim Hujan, di Buleleng 50 Pipa Air Desa Hanyut, 300 KK di Desa Tejakula Krisis Air Bersih
Dirut PDAM Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata, tidak menampik bahwa tumpukan keluhan terus mengalir ke mejanya. Pihaknya pun langsung "todong" Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan tindakan darurat.
Baca Juga: Lima Kecamatan Kacau Urusan Air Bersih di Karangasem, Cuaca Panas Ekstrem, Air PDAM Malah Mati!
"Keluhan pelanggan terus meningkat. Hari ini pihak BWS sudah mendatangkan peralatan dan besok mulai dikerjakan. Karena diameter pipa cukup besar, estimasi selesai sekitar tiga hari. Doakan lancar," ungkap Haryadi, Selasa (31/3/2026).
Menyadari situasi kian kritis, armada tangki PDAM dikerahkan tanpa henti untuk menyuplai air ke pemukiman warga. Namun, tim di lapangan mulai kewalahan karena konsumsi air warga melonjak drastis di tengah musim kemarau yang menyengat.
"Kami terus berupaya maksimal mendistribusikan air. Cuaca panas membuat kebutuhan warga berlipat ganda," tambahnya.
Kebocoran ini disinyalir terjadi karena pipa tidak kuat menahan tingginya tekanan air. Selama proses perbaikan tiga hari ke depan, warga diharapkan super hemat dalam menggunakan air yang ada. [*]
Editor : Hari Puspita