AMLAPURA, Radar Bali.id – Masyarakat Kabupaten Karangasem harus mulai bijak dalam menggunakan gas melon.
Baca Juga: Dampak Krisis Energi Dunia, Harga Bright Gas di Tabanan Melonjak, Gas Melon Masih Aman
Pasalnya, jatah gas elpiji bersubsidi untuk tahun 2026 dipangkas oleh Pertamina menjadi 21.518 metrik ton, berkurang cukup jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 26.000 metrik ton lebih.
Kepala Diskoperindag Karangasem, I Made Loka Santika, menjelaskan bahwa pengurangan ini dilakukan Pertamina karena adanya sisa kuota pada serapan tahun 2025.
Baca Juga: Harga Gas Elpiji Naik Rp 36 Ribu, Warga Khawatir Elpiji Melon Langka
Meski jatah berkurang, Loka memastikan stok hingga akhir tahun masih mencukupi. Hingga April, serapan baru mencapai 7.538 metrik ton, menyisakan sekitar 13.000 metrik ton untuk bulan-bulan mendatang.
"Kami menjamin ketersediaan tetap aman. Jika nanti menjelang Juli dirasa kurang, kami akan segera bersurat untuk meminta tambahan kuota," ungkap Loka, Rabu (6/5/2026).
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, mendesak agar distribusi di lapangan diawasi ketat oleh Satpol PP guna mencegah praktik pengoplosan dan menjamin pemerataan hingga ke pelosok desa, terutama saat puncak hari raya keagamaan.[*]
Editor : Hari Puspita