Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kelar Galungan, Volume Sampah Perkotaan Karangasem Melonjak Dua Ton, DLH Optimalkan Petugas Terbatas

Zulfika Rahman • Jumat, 19 Juni 2026 | 22:35 WIB
KERJA EKSTRA : Petugas kebersihan dari DLH Karangasem saat melakukan pengangkutan sampah. (zulfika Rahman)
KERJA EKSTRA : Petugas kebersihan dari DLH Karangasem saat melakukan pengangkutan sampah. (zulfika Rahman)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Sudah menjadi tren musiman di Kabupaten Karangasem. Setiap kali perayaan hari besar keagamaan tiba, volume produksi sampah—khususnya di wilayah perkotaan—selalu mengalami lonjakan signifikan.

Fenomena ini kembali terlihat dalam perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada pertengahan Juni ini.

Baca Juga: Sampah Galungan Melonjak, DLH Tabanan Minta Warga Tetap Pilah dari Rumah demi TPA Mandung

Dalam sehari, volume sampah di bumi lahar tercatat mengalami kenaikan hingga mencapai dua ton. Sampah yang dihasilkan selama momen Galungan ini didominasi oleh jenis sampah organik sisa sarana upacara, seperti canang, wadah janur, dan sejenisnya.

Baca Juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Bersama DANA Mencegah Sampah Cemari Laut

Akibat lonjakan yang terjadi secara serentak tersebut, pada Kamis (18/6/2026) pagi, terlihat masih ada tumpukan sampah yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan di beberapa titik strategis wilayah perkotaan.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Made Yusta Dwi Mertha mengungkapkan, grafik peningkatan volume sampah di wilayah perkotaan sejatinya sudah mulai merangkak naik sejak hari penampahan hingga puncaknya pada hari raya Galungan.

Berdasarkan data tonase, volume sampah yang biasanya berada di angka 29 ton per hari, kini melesat menjadi 31 ton per hari.

”Naiknya dua ton. Kondisi ini lumrah terjadi setiap perayaan hari besar keagamaan,” ujar Dwi Mertha, Kamis (18/6/2026).

Ia tidak menampik adanya keterlambatan pengangkutan di beberapa titik akibat lonjakan volume tersebut. Beberapa kawasan perkotaan yang sempat menyisakan tumpukan sampah di antaranya berada di wilayah Jalan Sudirman, Jalan Nenas, dan Jalan Ahmad Yani. ”Tetapi kami pastikan hari ini juga semuanya akan terangkut bersih,” tegasnya.

Menariknya, guna mengatasi lonjakan sampah selama Galungan ini, DLH Karangasem sama sekali tidak menerjunkan armada tambahan maupun personel ekstra. Semua operasional bertumpu pada kekuatan yang ada. ”Tidak ada penambahan petugas karena jumlah personel kami memang terbatas. Jadi petugas yang ada saat ini kami optimalkan kinerjanya,” urai Dwi Mertha.

Untuk memobilisasi sampah-sampah tersebut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), DLH Karangasem memaksimalkan operasional tiga unit truk posko kebersihan. Jadwal pengangkutan pun dipatok menjadi dua kali lipat, yakni dua kali pengangkutan dalam sehari.

Kendati terjadi lonjakan musiman, Dwi Mertha menambahkan bahwa secara umum program pemilahan sampah antara organik dan plastik yang dibarengi penyesuaian jadwal pembuangan telah membuahkan hasil positif. Volume total sampah harian yang masuk ke TPA Linggasana justru menunjukkan tren penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

”Dulu saat sistem pembuangan masih dicampur, rata-rata sampah yang masuk per hari bisa mencapai 40 sampai 50 ton. Jika dilihat dari penurunan volume reguler saat ini, artinya kesadaran masyarakat Karangasem untuk memilah sampah dari rumah tangga sudah mulai terbangun,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#sampah galungan #sampah residu #karangasem #sampah organik