Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Peternak Karangasem Menjerit, Puluhan Babi Mati Misterius Jelang Galungan, Gejala Mirip Virus ASF

Zulfika Rahman • Jumat, 26 Juni 2026 | 06:08 WIB
Ilustrasi ternak babi  mati diduga terpapar ASF (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi ternak babi mati diduga terpapar ASF (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Sebanyak puluhan ternak babi mati mendadak. Babi yang sebagian besar milik peternak rakyat itu mati tanpa diketahui penyebabnya.

Kondisi ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan peternak. Kematian babi-babi tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Karangasem. Kematian puluhan babi secara misterius tersebut sudah terjadi sejak tiga minggu belakangan.

Baca Juga: Awas! Virus ASF Merebak Lagi, Peternak Diminta Disiplin Terapkan Biosekuriti dan Disinfektan, Lockdown?

Salah seorang peternak rakyat di Desa Seraya Barat, I Nyoman Keblek mengaku, babi miliknya mati sebanyak lima ekor. ”Punya saya ada lima ekor. Satu indukan, dan sisanya anak-anak babinya,” ujar Keblek saat dikonfirmasi pada hari Kamis, 25 Juni 2026 pukul 14.00 Wita.

Baca Juga: Waspada Kasus ASF dari Tetangga Kabupaten, Begini Respons Distan Denpasar

Nasib apes tak hanya dialami Keblek. Babi milik beberapa tetangganya di Desa Seraya Barat juga bernasib sama. Salah satu tetangganya, ada 15 ekor babi yang mati tanpa sebab. Padahal, mereka berharap bisa menjual saat jelang Hari Raya Galungan beberapa waktu lalu. ”Bukannya untung malah rugi, karena babi mati,” ucapnya.

Keblek dan beberapa peternak lainnya hingga saat ini tak mengetahui kenapa ternak babi mereka bisa tiba-tiba mati. ”Padahal secara perawatan seperti biasa. Kandang juga selalu dibersihkan,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha membenarkan adanya sejumlah ternak babi yang mati di Karangasem. Dia merinci, dari laporan yang masuk ke Dinas Pertanian, selain di Desa Seraya Barat ada juga babi mati di wilayah lainnya di Karangasem.

Seperti di Desa Pertima, total ada 17 ekor mati. Selanjutnya di wilayah Timbrah terdapat 5 ekor babi mati. Dan laporan lainnya yang diterima yakni di wilayah Perasi ada 10 ekor babi mati. ”Kami belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Tapi kami sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Karangasem, I Ketut Suardita mengungkapkan telah melakukan pengecekan ke sejumlah kandang milik peternak yang babinya mati.

Hanya saja saat itu, pihaknya hanya memberikan disinfektan. ”Kami tidak sempat mengambil sampel. Karena babinya sudah dikubur. Jadi penyebab pasti kematiannya tidak diketahui,” tuturnya.

Hanya saja, dari penuturan peternak, gejala sebelum babi tersebut mirip seperti babi yang terinfeksi virus ASF. Seperti nafsu makan hilang, lemas, dan muncul bintik kemerahan pada areal telinga. ”Babi di satu kandang itu tidak mati sekaligus. Tapi bertahap. Ada yang bertahan 3-5 hari, ada yang 1-9 hari,” imbuh Suardita.

Dia mengimbau para peternak untuk rutin membersihkan kandang. Salah satunya dengan rajin menyemprotkan disinfektan pada kandang untuk menghindari virus yang berpotensi menyerang ternak babi berkembang.[*]

Editor : Hari Puspita
#virus #ternak babi #vaksinasi #ASF #karangasem