AMLAPURA, Radar Bali.id– Menyadari tingginya risiko bencana alam di wilayahnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem menggebrak dengan membentuk Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB).
Baca Juga: Viral Anak Disabilitas Jadi Jukir Serep di Tempat Berisiko, Perumda BPS Beri Sanksi Jukir Resmi
Karangasem pun resmi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Provinsi Bali yang memiliki layanan mitigasi bencana khusus penyandang disabilitas.
Baca Juga: Sempat Menghilang Sehari, Warga Disabilitas di Nusa Penida Ditemukan Tewas di Dasar Sumur
Langkah inovatif ini diluncurkan mengingat Karangasem rawan terhadap 12 dari 14 jenis ancaman bencana skala nasional. Melalui ULD-PB, kelompok rentan kini dilibatkan secara aktif dalam kesiapsiagaan bencana.
"Layanan ini dibuat agar saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki pemahaman serta kemampuan mandiri dalam melakukan upaya mitigasi dan evakuasi saat bencana terjadi," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta pada Senin (20/7/2026).
Aditya menambahkan, ULD-PB bakal memetakan data penyandang disabilitas, menyediakan sarana edukasi berkala, hingga merancang rute evakuasi khusus yang ramah disabilitas. Program kerja inklusif ini dirancang berkelanjutan untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
Langkah BPBD ini mendapat apresiasi penuh dari Sekda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta. Menurutnya, seluruh warga memiliki hak yang sama atas rasa aman dan perlindungan keselamatan. "Tidak boleh ada diskriminasi, semua warga Karangasem wajib mendapatkan perhatian dan perlindungan penuh," tegas Sedana Merta.
Apresiasi senada dilayangkan Head of Sub-Nasional Program Siap Siaga, Deswanto Marbun. Ia menilai pembentukan ULD-PB Karangasem menjadi tonggak sejarah penting menuju tata kelola penanggulangan bencana yang ramah dan inklusif di Indonesia.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali