Mereka yang Mengadu Nasib Jelang HUT RI: Puluhan Penjual Bendera Musiman Asal Jabar Padati Kota Amlapura, Targetkan Omzet Jutaan Rupiah

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:17 WIB
PEDAGANG MUSIMAN : Pedagang pernak pernik Agustusan menjamur di Karangasem. (zulfika Rahman)
PEDAGANG MUSIMAN : Pedagang pernak pernik Agustusan menjamur di Karangasem. (zulfika Rahman)

Bak jamur di musim hujan, keberadaan pedagang bendera dan pernak-pernik Agustusan kini marak memenuhi seputaran Kota Amlapura.

INI memang terjadi setahun sekali. Fenomena rutin menjelang perayaan HUT Republik Indonesia ini diwarnai hadirnya para pedagang musiman asal Jawa Barat yang saban tahun mengadu peruntungan di Karangasem.

Baca Juga: Dua Pemuda Pelaku Coret Bendera Merah Putih Divonis Percobaan, Jaksa Masih Pikir-Pikir

”Saya jualan dari akhir Juli sampai nanti menjelang hari H,” kata salah seorang penjual bendera, Amak Alek.

Pria asal Bandung, Jawa Barat ini mengadu nasib di Karangasem bersama beberapa rekannya. Berbagai pernak-pernik ia jajakan, mulai dari bendera bermacam ukuran, aksesori, umbul-umbul, hingga backdrop. Dalam sehari, Alek mampu mengantongi omzet berkisar Rp 200 ribu.”Saya baru empat harian jualan,” akunya.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang jahit di kampung halamannya ini optimistis omzet penualannya bakal melonjak mendekati hari kemerdekaan.

 ”Semoga hasil jualannya laris kayak tahun lalu, bisa sampai Rp 500 ribu per hari,” harapnya.

Dagangan yang dibawanya merupakan hasil kerja sama dengan seorang penyuplai bendera. Ia ditempatkan di wilayah Karangasem bersama enam orang rekannya. ”Saya jualan dari pagi sampai sore,” tutur Alek.

Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masyarakat biasanya mulai ramai membeli bendera pada tanggal 10–17 Agustus. Produk yang paling dicari adalah bendera berukuran sedang seharga Rp 60 ribu per lembar.

”Rata-rata harga bendera yang saya jual mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 300 ribu tergantung ukuran. Tahun lalu dalam sebulan saya dapat omzet sekitar Rp 8 juta,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
agustusan pedagang musiman merah putih karangasem pedagang bendera