Astungkara, Air dari Danau Batur akhirnya Mengalir ke Desa Ban, Lahan Bawang Karangasem Kembali Menghijau

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:42 WIB
Ilustrasi air pegunungan Bali. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi air pegunungan Bali. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id - Kebahagiaan kini menaungi para petani di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. Wilayah yang selama ini dikenal gersang dan langganan krisis air pertanian tersebut kini mulai bernapas lega.

Baca Juga: Bali Mulai Masuk Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan dan Kebakaran Lahan di Bulan Agustus

Air baku yang bersumber dari Danau Batur akhirnya berhasil dialirkan melintasi jaringan perpipaan menuju kawasan Paleg, Desa Ban.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa terobosan ini merupakan komitmen Pemkab Karangasem dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke garis terluar. Terlebih momentum pengerjaan ini bertepatan dengan semangat menyambut HUT ke-81 RI.

”Air ini membawa perubahan besar bagi kehidupan para petani. Lahan yang sebelumnya bergantung penuh pada curah hujan, kini dapat diolah sepanjang tahun,” puji pria yang akrab disapa Gus Par ini pada Rabu, 5/8/2026.

Gus Par menambahkan, ketersediaan pasokan air membuat komoditas unggulan kawasan tersebut, yakni tanaman bawang merah, kembali produktif. ”Kebun bawang kembali menghijau, produktivitas pertanian meningkat, dan harapan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan pun semakin terbuka,” tuturnya.

Bagi Gus Par, penyediaan sarana air bersih dan irigasi pertanian merupakan simbol kemerdekaan yang hakiki bagi masyarakat pedesaan. “Kemerdekaan bukan hanya diperingati lewat upacara formalitas, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menegaskan, ketika air mengalir deras hingga ke pelosok, sektor perekonomian warga otomatis akan berdenyut. Petani dapat terus bercocok tanam, mendongkrak hasil panen, menopang ketahanan pangan, dan meningkatkan taraf hidup keluarga. ”Itulah makna kemerdekaan yang ingin kami hadirkan untuk seluruh masyarakat Karangasem tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, 44, mengapresiasi keberhasilan pengaliran air Danau Batur ke kawasan pertanian Desa Ban. Menurutnya, capaian ini melambangkan kuatnya sinergi dan komitmen pemerintah daerah merespons jeritan petani.

“Air adalah sumber kehidupan. Ketika kebutuhan dasar petani terwujud dan terpenuhi, maka roda ekonomi masyarakat desa dipastikan akan langsung bergerak maju,” tandas Pandu Prapanca. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
air bersih pipanisasi sumber air irigasi Danau Batur