AMLAPURA, Radar Bali.id – Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok menyisakan duka dan trauma mendalam, khususnya bagi para penumpang yang selamat.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Menurut KSOP Padangbai Secara Teknis Masih Laik Laut, Penyebab Kebakaran Diselidiki
Meski demikian, sehari pasca kejadian pada Kamis (13/8/2026), aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar dipastikan tetap berjalan normal.
Baca Juga: Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, SAR Denpasar Turun Tangan, KN SAR Arjuna Evakuasi
Plt Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Heri Wijayanto, 48, menegaskan bahwa lalu lintas kapal tidak mengalami gangguan. ”Normal saja. Tidak ada penundaan atau kendala,” ujarnnya.
Heri menyebutkan, jumlah penumpang yang menyeberang pascainsiden masih tergolong stabil. Frekuensi atau trip kapal dari Pelabuhan Padangbai menuju Lembar, NTB, tetap berjalan sesuai jadwal reguler. ”Jumlah penumpang rata-rata per hari normal, antara 1.200 sampai 1.300 orang per hari,” jelasnya.
Dari pantauan di lokasi, antrean kendaraan seperti sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk berukuran besar tampak teratur menunggu kapal sandar. Calon penumpang pun mengaku tidak dibayangi rasa cemas berlebih. ”Yang penting berdoa agar diberikan keselamatan,” tutur Hemi, 35, salah seorang penumpang.
Mengenai penanganan KMP Putri Yasmin, Heri menambahkan bahwa tim SAR gabungan masih terus menyisir area perairan untuk mencari penumpang yang dilaporkan belum ditemukan oleh pihak keluarga. ”Terkaiit penyebab kebakaran dan hal lainnya, saat ini masih dalam proses investigasi mendalam,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali