AMLAPURA, Radar Bali.id – Kebakaran lahan kosong di wilayah Kecamatan Kubu terus meluas dan makin memprihatinkan.
Selama musim kemarau, insiden kebakaran hampir terjadi setiap hari hingga melahap hektaran lahan warga.
Baca Juga: Dukung Pencegahan Karhutla, Kementerian ATR/BPN Perkuat Pengawasan HGU
Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Suartika, membenarkan kondisi tersebut. Wilayah Kubu memang kerap menjadi langganan kebakaran lahan saban kemarau tiba. Bahkan dalam sehari, peristiwa kebakaran bisa melanda hingga dua titik berbeda. "Lokasi berbeda. Semua lahan (kering)," ungkap Suartika, Selasa (18/8/2026).
Suartika membeberkan bahwa penanganan musibah kebakaran di Kecamatan Kubu diwarnai berbagai rintangan berat. Jarak tempuh dari Pos Induk Karangasem yang cukup jauh memakan waktu perjalanan hingga 30 sampai 40 menit. Selain itu, kondisi medan dan jalan menuju titik api sering kali tidak memadai untuk dilalui kendaraan armada pemadam.
"Kadang sampai sana, titik lokasi salah. Terus kendala sinyal, ketika mau telepon tanya lokasi, sinyal blank," tutur Suartika.
Keterbatasan personil juga menjadi hambatan vital. Dengan luas wilayah Kabupaten Karangasem saat ini, Kecamatan Kubu idealnya ditunjang satu pos pemadam tersendiri. Namun rencana tersebut terbentur krisis Sumber Daya Manusia (SDM).
"Idealnya setiap pos regu itu ada 30 orang. Tapi di pos induk cuma 8 orang. Itupun ketika terjadi kebakaran kami memanggil pos regu Selat. Sehingga personel yang diberangkatkan belasan," jelasnya.
Guna menekan tingginya angka kebakaran lahan di wilayah Kubu, pihak Damkartan mengimbau masyarakat agar menahan diri dari aktivitas yang memicu percikan api, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok. "Karena saat kemarau, tanaman yang tumbuh kering semua. Itu sangat mudah terbakar," pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali