Kemarau, Krisis Air Bersih Meluas di Penjuru Bali: Di Karangasem, Warga Besakih Terpaksa Beli

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:04 WIB
STOK SANGAT TERBATAS : Warga Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mulai mengalami kesulitan air di musim kemarau. (foto:Istimewa)

 
STOK SANGAT TERBATAS : Warga Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mulai mengalami kesulitan air di musim kemarau. (foto:Istimewa)  

AMLAPURA, Radar Bali.id – Kekeringan terus meluas di penjuru Bali, khususnya di wilayah Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Kekeringan yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir membuat warga di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mengalami kesulitan air bersih.

Baca Juga: Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana, 11 Desa Krisis Air Bersih, akhirnya BPBD Opsi Siaga Darurat

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air tangki dengan biaya yang tidak sedikit.

Salah seorang warga di Banjar Dinas Batumadeg, Ni Nyoman Remini, 48, mengaku air bersih yang disimpan di cubang (bak penampungan air) miliknya saat ini sudah habis. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan memberi minum binatang ternak, ia terpaksa membeli air tangki.

”Sudah lama habis (air cubang), saya sudah tiga kali membeli air bersih. Satu tangki air bersih harganya Rp 200 ribu,” ujarnya pada Kamis, 20 Agustus 2026 (20/8/2026).

Remini mengatakan, satu truk air bersih yang dibelinya digunakan dalam beberapa minggu. Dengan berbagai kebutuhan, satu tangki air ia gunakan dengan sangat irit.

”Paling lama air digunakan tiga minggu, setelah habis, lagi membeli air,” ucapnya.

Sementara itu, penjual air bersih, Wayan Wardana, 42, mengakui jika permintaan kebutuhan air bersih di wilayah Besakih meningkat cukup signifikan. Dalam sehari ia bisa berangkat mengambil air bersih di sumber mata air Arca, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, sebanyak beberapa kali karena tingginya permintaan warga.

”Bisa menjual tiga sampai empat tangki dalam sehari,” kata Wardana .

Wardana menambahkan, saat musim kemarau tiba, warga di Desa Besakih memang selalu mengalami kesulitan air. Bak penampungan air milik warga yang biasa digunakan untuk menyimpan cadangan air hujan selalu kehabisan pasokan akibat debit air yang terus menipis.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering Desa Besakih karangasem krisis air bersih kekeringan