Di Karangasem Krisis Air Bersih Terus Meluas, PMI Salurkan 65 Ribu Liter

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:14 WIB
BAGIKAN AIR : PMI Karamgasem saat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih. (foto: istimewa)
BAGIKAN AIR : PMI Karamgasem saat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih. (foto: istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Selain Desa Besakih yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau, sejumlah wilayah lainnya di Karangasem juga mengalami kondisi yang sama.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, selain membeli secara mandiri, warga juga mulai mengajukan bantuan pendistribusian air bersih ke PMI Karangasem.

Baca Juga: Kemarau, Krisis Air Bersih Meluas di Penjuru Bali: Di Karangasem, Warga Besakih Terpaksa Beli

Ketua PMI Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan atau Gus Sombi mengungkapkan, PMI Karangasem sebelumnya telah menyalurkan air bersih di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Karangasem sesuai permohonan dari masyarakat yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau ini.

Baca Juga: Kemarau Makin Parah, Ratusan Ribu Liter Air Bersih Digelontorkan ke Pelosok Jembrana

 ”Sebelumnya kami telah mendistribusikan air disejumlah desa di Karangasem pada gelombang pertama dengan mendistribusikan sebanyak 13 kali dengan jumlah air sebanyak 65 ribu liter,” ujarnya Minggu (23/8/2026).

Beberapa wilayah yang telah mendapat distribusi air bersih di antaranya, Kecamatan Kubu dengan lokasi di Banjar Bantas Kaja Desa Baturinggit, Banjar Juntal Kaja Desa Kubu Juntal, dan Banjar Adat Kutuh Punggul Bangbang Kaja.

Menurut Sombi, pihaknya tidak menutup kemungkinan nantinya masih akan terus menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah di Karangasem. Tergantung permintaan masyarakat. ”Kemungkinan nanti ada permohonan di gelombang kedua. Apabila ada kami dari PMI siap mendistribusikan air bersih sesuai permintaan dari masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengungkapkan, meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, akan tetapi pihaknya belum menerima permohonan dari masyarakat terkait bantuan pendistribusian air bersih. "Sementara belum ada permintaan dari kelompok masyarakat di desa," ujarnya.

Aditya Sugiharta menambahkan, untuk tahun sebelumnya saat musim kemarau, tidak ada masyarakat yang memohon bantuan pendistribusian air bersih yang masuk ke BPBD Karangasem. "Tahun 2025 kemarin tidak ada permohonan, yang ada permohonan masuk yakni, pada tahun 2023 dan 2024 lalu,“ kata Aditya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
PMI karangasem musim kemarau krisis air bersih kekeringan