AMLAPURA, Radar Bali.id – Tiga dari delapan kecamatan di Kabupaten Karangasem diprediksi bakal dilanda krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini.
Wilayah yang terancam kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Kubu, Karangasem, dan Abang.
Baca Juga: Kekeringan Melanda Desa Siakin, Warga Beli Air Rp 100 Ribu per Kubik
Kondisi sulit air bahkan sudah mulai dirasakan warga di beberapa titik, sehingga mereka terpaksa membeli air tangki dengan harga yang cukup mahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta mengungkapkan, pemetaan wilayah rawan kekeringan ini mengacu pada pola bencana kemarau tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana, 11 Desa Krisis Air Bersih, akhirnya BPBD Opsi Siaga Darurat
”Untuk di Kecamatan Karangasem biasanya terjadi kekeringan di wilayah Seraya. Sedangkan untuk Kecamatan Abang ada wilayah Desa Datah, dan di Kecamatan Kubu yang paling sering mengajukan bantuan air adalah Desa Ban, Tianyar, serta Tianyar Tengah,” terang Aditya, Kamis (27/8/2026).
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Karangasem telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama pihak Provinsi Bali dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penyiapan armada pendistribusian air.
”Kebutuhan air untuk warga ini sangat penting. Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa agar segera mengajukan permintaan jika wilayahnya mulai mengalami kekeringan,” jelasnya.
Meski belum menerima surat permintaan resmi dari warga hingga saat ini, BPBD Karangasem memastikan armada mobil tangki siap diturunkan sewaktu-waktu untuk menyalurkan air bersih gratis ke lokasi terdampak. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali