AMLAPURA, Radar Bali.id – Di tengah minimnya lapangan pekerjaan dan melonjaknya angka pengangguran di Kabupaten Karangasem, pelaksanaan bursa kerja (job fair) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Karangasem pada pameran beberapa waktu lalu justru sepi peminat.
Baca Juga: Siapkan Diri, Siapkan CV! Undiksha Gelar Job Fair 25 dan 26 Agustus 2025
Padahal, dalam bursa kerja tersebut tersedia sebanyak 3.611 lowongan pekerjaan. Namun, dari ribuan kesempatan kerja yang ditawarkan, jumlah pendaftar hanya mencapai 222 orang.
Baca Juga: Siswa SMKN 1 Sukasada, Buleleng, Gelar Job Fair untuk Pencari Kerja
Kepala Disnaker Karangasem, I Ketut Mertadina mengakui sepinya partisipasi pencari kerja dalam ajang tersebut. ”Kondisi ini tidak hanya terjadi di Karangasem, tetapi di hampir seluruh Bali. Bursa kerja yang digelar sepi peminat,“ ujar Mertadina pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor pemicu enggan mewarnai minat pencari kerja. Di antaranya lokasi kerja yang tergolong jauh, jenis pekerjaan yang kurang cocok, hingga besaran gaji yang belum sesuai ekspektasi. ”Padahal untuk lokasi kerja, sebagian besar berada di wilayah Karangasem," sebutnya.
Padahal, Disnaker mengklaim telah gencar menyebarluaskan informasi lowongan melalui media sosial (medsos) hingga ke tingkat kecamatan. ”Harapan kami sejatinya kesempatan ini bisa dimanfaatkan optimal di tengah tingginya angka pengangguran,” ungkap Mertadina.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Agustus 2025 tercatat sekitar 5,9 ribu warga Karangasem masih berstatus menganggur.
Di sisi lain, Mertadina membeberkan bahwa sebagian generasi muda Karangasem saat ini lebih tergiur merantau ke luar daerah hingga luar negeri, khususnya bekerja di kapal pesiar. “Mungkin karena gajinya lebih menjanjikan,” tandasnya.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali