Pendapatan Dana Transfer Turun, Pemkab Karangasem Perketat Belanja dan Pacu Digitalisasi PAD

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 06:26 WIB
Ilustrasi PAD. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi PAD. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan langkah efisiensi belanja daerah menyusul adanya penurunan pendapatan transfer dari pusat.

Baca Juga: Puluhan Miliar Dana Transfer dari Pusat Dipotong, Ini yang Dilakukan Bupati Klungkung

Alokasi anggaran akan difokuskan pada program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, 48, menyampaikan bahwa efisiensi dilakukan terhadap belanja yang dinilai kurang produktif demi menjaga kestabilan fiskal daerah.

Baca Juga: Punya PAD Kuat, Gianyar Siap Hadapi Pemotongan Dana Transfer, Ini Penjelasan Bupati Mahayastra

 "Kami memastikan alokasi anggaran berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial," tegasnya.

Untuk mengimbangi penurunan dana transfer, Pemkab Karangasem mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui langkah intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap memperhatikan potensi serta kemampuan masyarakat. Peningkatan PAD dinilai sangat krusial guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Gus Par menambahkan, sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan ekstrem, penanganan pengangguran, serta perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas akibat bencana alam tetap menjadi prioritas utama. Begitu pula dengan layanan sanitasi, air bersih, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Guna mencegah kebocoran penerimaan daerah, Pemkab Karangasem memperluas penerapan digitalisasi perpajakan, seperti pemanfaatan tapping box, integrasi sistem, serta transaksi nontunai via QRIS dan virtual account agar seluruh penerimaan terdata secara transparan dan real time.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
efisiensi anggaran pad pendapatan daerah dana transfer