AMLAPURA, Radar Bali.id – Ulah oknum sopir truk pengangkut material galian C yang melintas tanpa penutup terpal di jalan raya Rendang dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Baca Juga: Satpol PP Karangasem Sidak Galian C, Temukan Pelanggaran Zonasi Suci Pura Besakih dan Masalah Pajak
Pasir yang berceceran di sepanjang lintasan tidak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga dinilai sangat membahayakan keselamatan berlalu lintas.
Salah seorang warga Rendang, Prananda, menuturkan bahwa hampir setiap hari ditemui truk-truk muatan pasir yang membiarkan baknya terbuka begitu saja.
Baca Juga: Nah! Gerah Jalur Desa Diterabas Truk Galian C, Warga Rendang Pasang Portal Besi Penutup
”Pasirnya berjatuhan ke jalan. Belum lagi kalau kena mata pengendara motor, ini kan sangat berbahaya,” keluhnya.
Ia menambahkan, ceceran pasir di badan jalan kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas karena membuat permukaan jalan menjadi licin. ”Sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor,” ungkap Prananda.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Camat Rendang I Gede Sastraadi Wiguna tidak menampik masih adanya oknum sopir truk yang membandel.
”Memang masih ada oknum sopir yang tidak menutup material bawaannya. Walaupun tidak semua, karena sebagian besar sebenarnya sudah ditutup, tapi beberapa yang membandel ini sangat mengganggu,” ujarnyan.
Sastraadi mengungkapkan, pihaknya bahkan sudah beberapa kali turun tangan menyapu dan membersihkan ceceran pasir yang tumpah di jalan raya demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan mengingat jalur Rendang tergolong padat arus lalu lintas, khususnya pada jam berangkat dan pulang sekolah. ”Jalur Rendang ini sangat padat, khususnya sering dilalui anak-anak sekolah. Ini cukup membahayakan,” tegasnya.
Atas kondisi ini, pihaknya mengimbau keras para pengusaha maupun sopir truk angkutan galian C agar senantiasa menutup bak kendaraan menggunakan terpal saat mengangkut material.
”Kami sangat berharap kesadaran dari para sopir truk untuk selalu menutup material bawaannya demi keselamatan bersama dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali