MANGGIS, Radar Bali.id– Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi merata di seluruh Bali. Tak hanya di Denpasar, Badung, dan Tabanan, antrean panjang juga mengular di sejumlah SPBU di Karangasem. Bahkan, ada warga yang rela datang jauh-jauh dari Denpasar demi berburu BBM.
Baca Juga: Pastikan Pasokan BBM Lancar, Polda Bali Kawal Distribusi ke Seluruh Bali
Panas terik yang menyengat kulit tak menyurutkan semangat Farida, 41, untuk mendapatkan BBM. Di tengah antrean panjang pada Rabu (14/10/2026) di SPBU Manggis, Karangasem, perempuan asal Jember, Jawa Timur tersebut masih berusaha tersenyum simpul. Ia sudah mengantre sejak pukul 10.00 Wita.
Baca Juga: Satu Pengendara Lemas di Antrean SPBU Patolan Gianyar, Polisi Bagikan Air Mineral
”Saya sampai sini, sudah ada antrean,” ujarnya ditemui di sela-sela menunggu.
Yang membuat dramatis, Fariha sengaja datang ke Karangasem hanya untuk mendapat BBM untuk kendaraan miliknya. Ia janjian dengan sejumlah tetangga kos dan kerabatnya untuk bisa membeli BBM jenis Pertalite atau Pertamax.
”Saya dapat info, kalau di Karangasem tidak separah di Denpasar antreannya,” ucapnya.
Namun kenyataan di lapangan, antrean di SPBU Manggis justru mengular sedari pagi. ”Setidaknya tidak separah di Denpasar. Awalnya mau di jalan by pass, tapi antreannya panjang sekali. Makanya saya sekalian ke sini,” kata Fariha.
Sejak Selasa kemarin, ia bahkan tidak bisa bekerja. Terlebih sebagai sales produk minuman di wilayah Denpasar, kebutuhan BBM sangat penting baginya. ”Makanya saya sengaja libur,” imbuhnya.
Mencari BBM dengan menempuh perjalanan puluhan kilometer juga bukan tanpa pengorbanan. Untuk modal menuju Karangasem, ia terpaksa membeli bensin eceran dengan harga fantastis, yakni Rp 100 ribu per botol air mineral ukuran 1,5 liter.
”Ke sini saya isi bensin eceran. Harganya tidak ngotak, sampai Rp 100 ribu per botol,” ungkapnya penuh kesal.
Ia sengaja mengajak kerabatnya untuk membawa kendaraan yang memiliki daya tampung tangki lebih besar. ”Jadi motor saya ini saya isi penuh. Sama motor lakik ini full juga. Ini buat saya saja. Nanti motor ditarik tali biar tidak keluar bensin waktu balik ke Denpasar,” tutur Fariha.
Mengantre sejak pukul 10.00 Wita, ia dan rombongan baru berhasil mendapat BBM pada pukul 14.00 Wita. ”Kalau di Denpasar bisa lebih lama lagi. Makanya saya korbanin dah walaupun jauh,” ujarnya.
Hal serupa dialami Suhaidi, warga asal Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem. Ia sengaja berburu BBM hingga ke Manggis karena stok BBM di sejumlah SPBU dekat tempat tinggalnya telah habis.
”Infonya hanya di Manggis yang tersedia, makanya saya ke sini. Baru kali ini seumur hidup saya merasakan antrean beli Pertalite segini panjangnya,” akunya.
Antrean panjang di SPBU Manggis bahkan mengular hingga mencapai lebih dari 500 meter. Karena berada di jalur utama yang padat, kondisi ini mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan panjang dari dua arah. Sejumlah personel polisi pun diterjunkan untuk mengatur antrean agar kemacetan tidak makin parah. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali