Kapal Tanker Pasok 20 Juta Liter Pertalite ke Bali, tapi Warga Karangasem Masih Antre BBM

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:36 WIB
KAPAL TANGKER PANGKALAN BRANDAN : Kapal tanker milik Pertamina ini bersandar di IT Manggis, Jumat (16/10/2026) membawa 16 juta pertalite.(Zulfika Rahman/Radar Bali)
KAPAL TANGKER PANGKALAN BRANDAN : Kapal tanker milik Pertamina ini bersandar di IT Manggis, Jumat (16/10/2026) membawa 16 juta pertalite.(Zulfika Rahman/Radar Bali) 

AMLAPURA, Radar Bali.id – Mempercepat pemulihan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali, PT Pertamina Patra Niaga akhirnya menambah pasokan BBM.

Jumat, 16 Oktober 2026, kapal milik Pertamina tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Pasokan Pertalite & Pertamax di Bali, Kapal BBM Kembali Dijadwalkan Sandar

Berdasarkan rilis resmi dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, sebanyak 16 juta liter Pertalite yang dibawa kapal tanker MT Pangkalan Brandan sudah sandar dan dalam tahap bongkar muat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengklaim bahwa kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur landai.

Pertamina Patra Niaga terus memantau situasi dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi di lapangan. ”Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi kami,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan layanan, pihak Pertamina memaksimalkan Pertamina Delivery Service sebagai salah satu alternatif pelayanan bagi pengendara sepeda motor, terutama di titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

”Lokasi dan kapasitas layanan terus kami evaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ahad.

Melalui layanan PDS, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari di sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Mulai Jumat, 16 Oktober 2026, kapasitas layanan ditingkatkan untuk membantu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan antrean pada titik-titik tertentu.

Selain 16 juta liter Pertalite yang tiba di IT Manggis, Kapal MT Asian Rigel juga membawa 4 juta liter Pertalite di Fuel Terminal (FT) Sanggaran.

Namun fakta di lapangan, antrean di hampir semua SPBU di Bali, khususnya di wilayah Karangasem masih sangat panjang. Sejumlah masyarakat terpantau mengantre hingga mencapai 1 kilometer lebih.

Di SPBU Padangkerta misalnya, di sana antrean mengular hingga Jalan Veteran (Jalur Sebelas). Sementara di SPBU Ahmad Yani, Kelurahan Subagan, antrean mencapai hingga di depan Markas Kodim 1623 Karangasem. Ratusan kendaraan yang didominasi roda dua tersebut berharap distribusi BBM ke masyarakat bisa normal kembali.

”Saya antre kemarin dari jam 4 sore sampai jam 12 malam. Terus ini sekarang dari jam 4 pagi belum dapat sampai sekarang,” kata salah seorang warga, Mulyadi ditemui saat mengantre di SPBU Padangkerta.

Kondisi seretnya BBM membuat aktivitas terutama perekonomian warga terganggu. Terutama masyarakat yang pekerjaannya bertumpu pada penggunaan kendaraan.

”Kerjaan saya mobile. Keliling Karangasem. Jualan. Jaraknya cukup jauh. Sekali isi penuh, pulang sudah habis. Saya belum pulang ke rumah, padahal capek. Tapi terpaksa mengantre BBM berjam-jam,” kata Made Praba. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Bali Krisis BBM Depo Pertamina Manggis bbm langka Kapal tangker Antrean BBM