Optimalisasi pencegahan penyebaran DBD (Demam Berdarah Dengue), Pemkot Denpasar akan tebar telur nyamuk Wolbachia November tahun 2023 ini. Pemkot Denpasar bersama Save the Children Indonesia akan merilis Mosquito Release Container (MRC), berisi 500 telur nyamuk Aedes Aegypti yang terpapar bakteri Wolbachia. Tapi ada yang mengkritisi dampak program wolbachia tersebut.
DALAM keterangannya saat ditemui Prof. Richard Claproth, peneliti senior mengatakan harus ada edukasi kepada masyarakat mengenai wolbachia, nyamuk hasil rekayasa genetika (GE).
Ada tidak riset menunjukkan nyamuk-nyamuk wolbachia tidak membawa penyakit? Nyamuk yang dibawa demam berdarah, Zika, malaria telah direkayasa dan dipatenkan secara genetik.
Ia memberikan contoh, pelepasan nyamuk rekayasa genetik di Brasil, Zika di wilayah tersebut menjadi penyakit yang menyebabkan cacat kepala pada bayi baru lahir. Juga adanya kematian.
Dalam dua bulan terakhir, kasus malaria telah dilaporkan di Florida dan Texas, menyusul pelepasan GE Mosquitoes di sana."Harus dilihat apakah ada risk assessment dalam jangka lima tahun, kalau cuma percobaan satu tahun itu tidak cukup. " ujarnya.
Ia mengimbau, untuk mencegah DBD hanya cukup dengan hidup bersih terutama got-got yang ada. Lebih baik mengeluarkan anggaran untuk pembersihan lingkungan.
Seperti wabah wereng terjadi karena awalnya untuk membasmi hama. "Orang Bali sangat harmonis dengan alam. Ini Akan juga menganggu ekosistem," ujarnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati menyatakan metode wolbachia ini memasukkan bakteri wolbachia dalam tubuh nyamuk aedes aegypti sehingga virus dengue yang ada dalam tubuh nyamuk tersebut dilumpuhkan.
"Sehingga nyamuk tersebut tidak bisa menyebarkan virus dengue penyebaran kasus DBD," kata Gung Candrawati.
Ia mengklaim tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari bakteri wolbachia karena alami ada dalam tubuh serangga. Bahkan, sudah terbukti di Jogjakarta, 77 persen kasus bisa diturunkan dan rawat inap karena DBD sampai 86 persen.
"Semoga program ini berhasil juga di Denpasar metode ini adalah satu solusi yang kami upayakan untuk penanggulangan kasus DBD," jelasnya.
Pembiayaan program ini sepenuhnya dibantu oleh Australia yang difasilitasi oleh WMP (World Mosquito Programs). Disinggung kalau gagal? Dinas Kesehatan akan lebih mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memutus mata rantai penularan kasus oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Alur penerapan wolbachia di Denpasar disebar ke 16.042 rumah, satu rumah isi 500 nyamuk di 24 desa. Sementara di Buleleng 6.454 rumah selama 6 bulan dari November sampai April.
“Satu wadah atau rumah berisi satu kapsul yang mengandung 500 telur nyamuk. Metode ini dikawal oleh Kemenkes juga dan Komisi IX DPR RI,” terangnya. [*]
Editor : Hari Puspita